Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Pemerintah Tetap Ngotot Naikan Harga BBM Bersubsidi
Jelang Demo Besar, SBY Imbau Rakyat Tetap Tenang
Friday 30 Mar 2012 14:32:04
 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Rumgapres)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ternyata gerah juga dengan pengunjuk rasa yang menjadikan Istana Negara menjadi sasaran demo. Namun, ia tetap berkeyakinan untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan meminta rakyat untuk bersikap tenang.

"Terkait demo akhir-akhir ini, Presiden mengimbau rakyat untuk tetap tenang dan tidak terganggu atau terprovokasi pihak yang mengajak masyarakat unjuk rasa," kata Presiden SBY yang disampaikan melalui juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/3).

Menurut dia, demontrasi sebagai bentuk protes atas rencana penaikan harga BBM bersubsidi, dianggap Presiden sebagai hal wajar dalam proses demokrasi sebuah negara. Namun pihaknya mengecam unjuk rasa yang bersifat anarkis.

Atas dasar itu, pemerintah telah mengantisipasi pengamanan sarana objek vital negara dan fasilitas umum yang perlu mendapatkan pengamanan aparat polisi dan TNI. “Hak warga negara juga untuk mendapatkan rasa aman yang harus dilaksanakan pemerintah. Pemerintah akan tangani dengan baik, terukur sebagai bagian tugas Negara,” jelas dia.

Pengerahan TNI, jelas dia, sangat diperlukan dalam pengamanan obyek vital dan fasilitas lainnya. Sangatlah aneh kalau pemerintah melakukan pembiaran terhadap aksi anarkisme massa dalam aksi protesnya. "Jika terjadi (kerusuhan) malah dianggap lalai, maka itu negara wajib melaksanakan penjagaan dan penertiban," tandasnya.

Rencana penaikan harga BBM bersubsidi, lanjut Julian, dilakukan pemerintah untuk mengimbangi harga minyak dunia dengan laju perekonomian di tanah air serta untuk kepentingan rakyat juga. "Rencana penaikan harga BBM semata untuk kepentingan nasional," kata Julian.

Sementara itu, Presiden SBY juga mengumpulkan seluruh menterinya di Istana Negara. Namun, biasanya para menteri itu masuk melalui pintu Istana Negara, kali ini mereka masuk melalui pintu Wisma Negara. Wartawan pun tidak diberi akses ke area tersebut. Awak media pun tidak dapat mendekat untuk meminta keterangan dari para menteri tersebut.(dbs/wmr)



 
   Berita Terkait > Pemerintah Tetap Ngotot Naikan Harga BBM Bersubsidi
 
  Jelang Demo Besar, SBY Imbau Rakyat Tetap Tenang
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2