Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Jerman
Jerman Terancam Menjadi 'Rumah Bordil Eropa'
Friday 21 Feb 2014 17:03:42
 

Paradise Stuttgart dibuka pada 2008. Paradise Stuttgart memiliki 31 kamar pribadi, bioskop dan restoran.(Foto: Istimewa)
 
JERMAN, Berita HUKUM - Sekelompok pria dengan jubah berwarna merah dan putih berjalan di area resepsi. Perempuan dengan sepatu berhak tinggi duduk di bar yang penuh asap rokok, berbincang dengan klien dan tertawa.

Ini adalah Paradise, di Stuttgart, Jerman, salah satu rumah bordil terbesar di Eropa.

Dan prostitusi legal.

Dibangun dengan biaya lebih dari 6 juta euro (Rp96 miliar) dan dibuka pada 2008, lokasi ini memiliki restoran, bioskop, spa dan 31 kamar pribadi untuk ratusan tamu pria yang datang ke sini setiap hari.

Jerman melegalkan prostitusi pada 2002 dan menciptakan industri yang kini ditaksir bernilai lebih dari 16 miliar euro (Rp257 triliun) per tahun.

Dengan memperlakukan prostitusi seperti pekerjaan lain, idenya adalah untuk menjauhkan para pekerja seks dari germo.

Skema pensiun

Para pekerja seks di Jerman kini bisa membayar asuransi pensiun dan menuntut asuransi kesehatan.

"Anda merasa aman dan punya jaminan kerja. Ini tidak seperti mencari pria sembarangan di jalan," kata Hannah, 22, yang tiba di Stuttgart dua tahun setelah bekerja di rumah bordil di Berlin.

Tapi kritik mengatakan pendekatan liberal Jerman terhadap undang-undang seks gagal dengan menormalkan prostitusi dan mengubah negara itu menjadi "rumah bordil Eropa."

Walikota sosialis kota itu, Charlotte Britz, mendukung undang-undang prostitusi yang baru ketika diperkenalkan pada 2002, tapi kini ia berpikir liberalisasi telah melampaui batas.

"Prostitusi telah ada selama bertahun-tahun di Jerman dan kami memiliki rumah bordil di pusat kota yang kurang lebih bisa diterima, tapi kini hal itu sudah melampaui batas," kata dia.(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Jerman
 
  Ratusan Pelaku dalam Skandal Pelecehan Gereja Katolik Jerman Terungkap
  Ratusan Ribu Pencari Suaka Menghilang di Jerman
  Jerman Kirim Balik Migran ke Austria
  Ribuan Migran Tiba di Jerman dan Austria
  Jerman akan Tambah 100 Tank Leopard
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2