Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Penyelundupan BB
Jhonny Bebas, KY Periksa Mantan Hakim Agung
Tuesday 26 Mar 2013 17:34:49
 

Gedung Komisi Yudisial.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Yudisial (KY) hari ini melakukan pemeriksaan terhadap mantan Hakim Agung Djoko Sarwoko, yang diduga terkait suap dalam putusan Peninjauan Kembali (PK) Johnny Abbas dalam perkara penyelundupan 30 kontainer Blackberry (BB), Oktober 2012.

"Kita sudah periksa Pak Djoko terkait laporan penanganan perkara penyelundupan BB," kata Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh kepada Wartawan di Jakarta, Selasa (26/3).

Namun demikian, Imam belum dapat mengungkapkan materi pemeriksaan, dengan berdalih bahwa hasil pemeriksaan akan dibawa ke dalam Rapat Pleno KY. "Sabar saja," ucap Imam dan mengungkapkan akan melanjutkan gerak institusinya dalam memeriksa anggota Majelis Hakim agung PK lainnya, dan hingga berita ini diturunkan belum dijelaskan kapan agenda tersebut dilakukan.

Perlu diketahui anggota majelis PK adalah, Achmad Yamanie dan Andi Ayyub Saleh, yang menyatakan dissenting opinion (perbedaan pendapat), sedangkan Djoko sudah pensiun, awal Januari 2013 dimana Achmad dipecat, karena terbukti merubah hukuman perkara terpidana mati Hengky Gunawan.

Djoko Sarwoko usai diperiksa selama 90 menit, menyatakan isu suap sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang tidak puas sehubungan dengan adanya dissenting opinion.

Djoko yang dikenal dekat dengan Wartawan menepis dikabulkannya PK Johnny, karena adanya suap oleh Direktur PT Prolink Logistics Indonesia yang didakwa menyelundupkan 30 kontainer BB, yang bernilai seratusan miliar rupiah. "Dikabukannya PK, sebab ada keadaan baru dan terbukti, dia hanya pengangkut barang."

Perkara ini sampai sekarang masih menyisakan tanda tanya, karena sampai sekarang aktor intelektual belum terungkap dan banyak isu yang berkembang di balik penanganan kasus yang merugikan negara ini.(bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Kasus Penyelundupan BB
 
  Jhonny Bebas, KY Periksa Mantan Hakim Agung
 
ads1

  Berita Utama
Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2