Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Jusuf Kalla
Jusuf Kalla Benarkan Gosip Sering Beda Pendapat dengan Jokowi
2018-06-29 15:40:09
 

Wakil Presiden (Wapres) Indonesia Jusuf Kalla.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Presiden (Wapres) Indonesia Jusuf Kalla tidak menampik kabar yang menyebutnya sering berbeda pendapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya perbedaan pendapat itu biasa terjadi.

"Biasa (beda pendapat) presiden dan wakil presiden," kata pria yang akrab disapa JK dalam wawancara khusus bersama IDN Times di Istana Wapres, jalan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (26/6) lalu.

Menurutnya dia dan Jokowi harus berbeda pendapat, apa maksudnya dan bagaimana hubungan mereka berdua ya?

1. Tidak akan menambah suara dan untuk saling melengkapi
Alasan JK yang pertama, ketika ditanya perbedaan pendapat dirinya dengan Jokowi adalah demi menambah suara dan untuk saling melengkapi.

"Wapres kan membantu presiden. Ya memang antara wakil, mau 1 atau 2 harus beda. Di mana-mana itu terjadi. Kalau sama (pendapat) tidak menambah suara dan tidak saling mengisi,: katanya.

2. Dengan berbeda pendapat bisa saling diskusi
Perbedaan pendapat itu, kata JK adalah untuk diskusi dalam menjalankan pemerintahan. Ia menggaris bawahi, boleh saja ada perbedaan tapi jangan sampai terpecah.

"Justru harus beda supaya bisa disukusi. Tapi yang penting jangan terpecah. Bung Karno dan Bung Hatta kan beda dia. Caranya beda, satu orator yang satu kalem. Satu insinyur, satu ekonom. Mungkin karena dinamika hidup ya mereka pisah. Kalau saya gak," ujarnya.

Untuk diketahui, Bung Karno dan Bung Hatta kerap menjadi lawan di politik karena perbedaan itu. Keduanya pun berpisah. Ketika disinggung apakah JK yakin dirinya tidak akan berpisah dengan Jokowi, ia tersenyum. "Gak (akan pisah) sampai terakhir, sampai saya berhenti," ucapnya.

3. Mengaku bertemu paling tidak 500 kali dalam setahun
Ketika ditanyakan apakah ia sering bertemu Jokowi, JK menghitung ia sudah bertemu dengan Jokowi sekitar 250 kali dalam rapat resmi pemerintahan pada 2017.

"Tahun lalu rapat itu lebih dari 250 kali setahun. Jadi rapat saja ketemu 250 kali. Belum lagi ketemu di luar rapat, jumlahnya sama. Ya setahun bisa 500 kali (ketemu), hampir tiap minggu," pungkasnya.(hs/idntimes/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2