Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
PilPres
KPU-DPR Bahas Rancangan PKPU Pemilu 2014
 

Suasana rapat KPU-DPR.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Komisi II DPR RI membahas rancangan Peraturan KPU (PKPU) di Ruang Sidang Komisi II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/1).

Rancangan PKPU yang dibahas adalah PKPU tentang Tata Cara Penyusunan Daftar Pemilih Anggota DPR, DPD, dan DPRD; PKPU tentang Tata Cara Penyusunan Daftar Pemilih di Luar Negeri; PKPU tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye; dan PKPU tentang Seleksi Anggota KPU Provinsi dan Anggota KPU Kabupaten/Kota.

Empat rancangan PKPU tersebut merupakan bagian dari sebelas PKPU yang harus ditetapkan oleh KPU dalam penyelenggaraan Pemilu 2014. Dalam penyusunan PKPU, sebagaimana disyaratkan Undang-Undang Nomor 15 tahun 2011, KPU harus berkonsultasi dengan DPR dan Pemerintah.

“Rapat konsultasi ini untuk memberi masukan atau melengkapi, menyempurnakan PKPU. Mekanisme seperti ini saya kira supaya kita semua bisa mengikuti sejak dari perumusannya sampai nanti implementasinya. Nah maksud dari konsultasi ini agar semuanya terbuka, dan sesuai dengan original inten ketika dulu membahas undang-undang. Sehingga akan ada kesepahaman antara pembuat peraturan di KPU dengan DPR dan Pemerintah,” ujar Abdul Hakam Naja, Wakil Ketua Komisi II (F PAN), yang memimpin rapat.

Sementara itu, Ketua KPU, Husni Kamil Manik mengatakan, dari sebelas rancangan PKPU, ada tiga PKPU yang paling mendesak untuk segera dirampungkan penyusunannya.

“Terima kasih atas respon Komisi II DPR yang telah memberi kesempatan kepada KPU untuk melakukan konsultasi sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 15 tahun 2011. Kami berharap tiga PKPU dibahas hari ini, karena kalau tidak, kami khawatir penerapannya tidak bisa berjalan sebagaimana yang kita harapkan. PKPU itu adalah PKPU tentang kampanye, PKPU tentang pembentukan daerah pemilihan, dan PKPU tentang pembentukan badan ad hoc PPK dan PPS.

Lanjut Husni, sesuai dengan tahapan, program, dan jadual penyelenggaraan Pemilu 2014, yang paling mendesak untuk segera disusun adalah PKPU tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye.

“Kalau melihat jadwal penyelenggaraan Pemilu 2014, yang paling mendesak untuk dibahas hari ini adalah PKPU tentang kampanye. Karena besok, sudah mulai dibicarakan bagaimana penjadwalan kampanye. Sebagaimana disyaratkan dalam Undang-Undang Pemilu Nomor 8 tahun 2012, kampanye mulai dilakukan tiga hari sejak partai politik peserta pemilu itu ditetapkan. Tetapi itu dilakukan jika semua atribusi partainya sudah lengkap, termasuk penetapan nomor urut. Jadi ini menyangkut skala prioritas,” urai Husni.

Besok (Jumat, 11/1), KPU akan menggelar pertemuan dengan sepuluh partai peserta Pemilu 2014 untuk membahas PKPU tentang kampanye di Ruang Sidang KPU, Jl. Imam Bonjol No. 29, Jakarta.(kpu/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
  Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
  Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
  Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
  Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
ads1

  Berita Utama
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2