Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Kanada
Kanada Deportasi Pembantai Massal Rwanda
Wednesday 25 Jan 2012 01:22:38
 

Leon Mugesera dianggap ikut memicu pembantaian suku Tutsi di Rwanda (Foto: AP Photo)
 
MONTREAL (BeritaHUKUM.com) – Kanada mendeportasi Leon Mugesera, pria asal Rwanda yang dituduh terlibat dalam pembantaian massal di negeri itu pada 1994 silam. Kementerian Luar Negeri Rwanda dalam pernyataan resminya menyatakan bahwa Mugesera dibawa ke bandara di Montreal dikawal agen khusus perbatasan.

Sebelumnya, Mugesera sudah kalah dalam dua persidangan untuk membatalkan pemulangannya di tingkat provinsi dan federal. Di bandara internasional Pierre Elliot Trudeau, Montreal sekleompok kecil pendukung Mugesera berkumpul dan melepasnya dengan isak tangis. Setelah itu, kelompok pendukung Mugesera meninggalkan bandara tanpa memberikan sepatahpun komentar.

Kasus Mugesera ini adalah satu dari beberapa kasus yang tengah ditangani Pengadilan Tinggi Hak Asasi Manusia Eropa dan Pengadilan Kriminal Internasional untuk Rwanda. Dan kedua institusi inilah yang memerintahkan pemulangan semua tersangka penjahat perang Rwanda. Dalam perang saudara di Rwanda sedikitnya satu juta orang kehilangan nyawanya dalam tiga bulan pembantaian.

Seperti dikutip situs BBC, SElasa (24/1), Menteri Luar Negeri Rwanda lewat akun twitternya memastikan Mugesera sudah dalam pesawat terbang dan tengah menujuk ibukota Rwanda, Kigali. Leon Mugesera, 59 yang sudah meninggalkan Rwanda selama 16 tahun itu, menjadi buronan negaranya karena dituduh terlibat pembantaian massal pada perang saudara lebih dari satu dekade lalu itu.

Sebagai mantan politisi, Musegera berkali-kali berpidato antisuku Tutsi yang akhirnya memicu pembunuhan massal. Dalam pidatonya tahun 1992 itu, Musegera menyebut warga Tutsi sebagai 'kecoa' dan menyerukan pembasmian warga Tutsi.(sya)



 
   Berita Terkait > Kanada
 
  Kanada Bebaskan Putri Pendiri Huawei, Proses Ekstradisi Tetap Berjalan
  Hawa Panas Ekstrim di Kanada Sebabkan Puluhan Orang Meninggal Dunia
  Penembak di Parlemen Kanada Pernah Dibui
  Lima Orang Tewas dan Puluhan Hilang dalam Kebakaran di Kanada
  Puluhan Hilang Pasca Kecelakaan Kereta Api di Kanada
 
ads1

  Berita Utama
Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2