JAKARTA, Berita HUKUM - Majunya Anggota Badan Pemeriksa Keuangan BPK, Dr. Ali Maskur Musa, M.Si, M.Hum, mendapat persetujuan dan dukungan dari Pimpinanya. Hadi Poernomo ketua BPK, menilai saat ini wajar keikut sertaan, Ali Masykur Musa, dalam Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. menurutnya tidak melanggar kode etik dan tidak perlu dinonaktifkan selama dalam proses konvensi Capres. Hal ini di sampaikan Hadi Purnomo saat menjawab pertanyaan dalam konferensi pers terkait Laporan Hasil Audit Jilid II Proyek P3SON Hambalang di Gedung BPK RI, Jakarta, Jumat (30/8).
Menurut Hadi Purnomo keikutsertaan Ali Masykur Musa belum tentu bisa menang dalam konvensi Partai Demokrat, namun jika Ali menang Ia harus putuskan untuk meninggalkan jabatanya sebagai anggota BPK RI.
"Dengan jelas saudara Ali Masykur mengikuti konvensi sesuai kode etik BPK. Beliau tidak punya tanda anggota partai, tetapi dia hanya dapat panggilan atau permintaan mengikuti konvensi bukan mendaftar," ujar Hadi.
Ditanya prihal perlu tidaknya Ali non aktif selama mengikuti proses seleksi Capres Demokrat?
"Bahwa, kalau ada indikasi pelanggaran yang terkait kode etik baru di non aktifkan," jawab Hadi Purnomo.
Namun, jika Ali menang dalam konvensi nantinya, Ali harus mentaati kode etik dengan mengundurkan diri sebagai anggota BPK. sebagai pemenang konvensi secara otomatis, Ali akan menjadi kader Partai Demokrat.
Sebelumnya pada Rabu (24/8) Dr. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum yang juga saat ini sebagai Anggota BPK RI mengucapkan penghargaan terhadap semua partai politik, "penghormatan saya kepada partai demokrat dan jadi bagian saya mengikuti proses ini," ujarnya kembali.
Sementara ditanya mengenai visi dan misinya dalam konvensi Capres, Ali Masykur menjawab?
"Untuk visi dan misi pada tanggal 6 September, maka saya belum akan sampaikan saat ini. Jadi jangan berenang di atas awan, harus berenang di dalam air, karena itu saya akan turun ke kyai-kyai dan santri-santri," pungkasnya.(bhc/put) |