JAKARTA, Berita HUKUM - Dewan Perwakilan Rakyat memandang ketegangan antara negara Korea Selatan dan Korea Utara dapat membuat keduanya berperang, lalu secara langsung akan berdampak negatif pada kehidupan di Tanah Air.
"Ketegangan di semenanjung Korea makin meningkat. Komisi I DPR mengkhawatirkan terjadinya perang saudara antara Korea Selatan dan Korea Utara yang dapat berdampak ke wilayah ASEAN termasuk Indonesia," ujar anggota Komisi I DPR RI Husnan Bey Fananie, di Jakarta, Sabtu (30/3).
Ia menegaskan, jika Komisi I berencana melakukan kunjungan ke kedua negara yang berkonflik yang bakal dilakukan pada bulan Juli mendatang. "Semula Komisi I akan berkunjung ke kedua Korea itu dalam waktu dekat ini. Tapi, Kemenlu menyarankan agar kunjungan dilakukan sekitar bulan Juli sambil memantau perkembangan. Komisi I ingin memastikan bahwa parlemen RI punya perhatian besar bagi kelanjutan hubungan baik kedua negara," imbuhnya.
Menurutnya, komisinya telah mendiskusikan ketegangan disana membawa kekhawatiran, jika terjadi perang akan menggunakan senjata nuklir. Dengan adanya hal tersebut akan berdampak negatif kepada kehidupan berbangsa dan bernegara di nusantara, karena letak kedua negara itu berdekatan dengan Indonesia.
Hal di atas berpotensi membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara, maka diharapkan Indonesia dapat mencegah terjadinya ketegangan yang makin parah antar keduanya. Karena hubungan negara ini sangat baik dengan Korea Selatan maupun Korea Utara.
"Indonesia adalalah negara yang diharapkan dapat mendamaikan kedua Korea. Sebab, sangat sedikit negara yang berposisi netral seperti Indonesia sehingga bisa diterima kedua pihak. Indonesia juga punya peran strategis di kawasan Asia terkait kepeloporannya di ASEAN," sahutnya.
Husnan berharap, pemerintah bertindak konkret untuk menurunkan ketegangan antarkedua negara. "Pemerintah harus segera membahas persoalan itu dengan Sekretariat Asean di Jakarta agar ada sikap resmi Pemerintah RI dan Asean untuk membangun perdamaian Korut-Korsel," katanya.(rm/ipb/bhc/opn) |