Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Komisi I
Komisi I: Ketegangan Korsel dan Korut Berdampak Negatif
Sunday 31 Mar 2013 10:31:57
 

Anggota Komisi I DPR RI, Husnan Bey Fananie.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Dewan Perwakilan Rakyat memandang ketegangan antara negara Korea Selatan dan Korea Utara dapat membuat keduanya berperang, lalu secara langsung akan berdampak negatif pada kehidupan di Tanah Air.

"Ketegangan di semenanjung Korea makin meningkat. Komisi I DPR mengkhawatirkan terjadinya perang saudara antara Korea Selatan dan Korea Utara yang dapat berdampak ke wilayah ASEAN termasuk Indonesia," ujar anggota Komisi I DPR RI Husnan Bey Fananie, di Jakarta, Sabtu (30/3).

Ia menegaskan, jika Komisi I berencana melakukan kunjungan ke kedua negara yang berkonflik yang bakal dilakukan pada bulan Juli mendatang. "Semula Komisi I akan berkunjung ke kedua Korea itu dalam waktu dekat ini. Tapi, Kemenlu menyarankan agar kunjungan dilakukan sekitar bulan Juli sambil memantau perkembangan. Komisi I ingin memastikan bahwa parlemen RI punya perhatian besar bagi kelanjutan hubungan baik kedua negara," imbuhnya.

Menurutnya, komisinya telah mendiskusikan ketegangan disana membawa kekhawatiran, jika terjadi perang akan menggunakan senjata nuklir. Dengan adanya hal tersebut akan berdampak negatif kepada kehidupan berbangsa dan bernegara di nusantara, karena letak kedua negara itu berdekatan dengan Indonesia.

Hal di atas berpotensi membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara, maka diharapkan Indonesia dapat mencegah terjadinya ketegangan yang makin parah antar keduanya. Karena hubungan negara ini sangat baik dengan Korea Selatan maupun Korea Utara.

"Indonesia adalalah negara yang diharapkan dapat mendamaikan kedua Korea. Sebab, sangat sedikit negara yang berposisi netral seperti Indonesia sehingga bisa diterima kedua pihak. Indonesia juga punya peran strategis di kawasan Asia terkait kepeloporannya di ASEAN," sahutnya.

Husnan berharap, pemerintah bertindak konkret untuk menurunkan ketegangan antarkedua negara. "Pemerintah harus segera membahas persoalan itu dengan Sekretariat Asean di Jakarta agar ada sikap resmi Pemerintah RI dan Asean untuk membangun perdamaian Korut-Korsel," katanya.(rm/ipb/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Komisi I
 
  Komisi I Akan Segera Uji Kelayakan dan Kepatutan Panglima TNI
  Dana USO Jangan Salah Arah
  Komisi I DPR Setuju Ratifikasi Konvensi Internasional Penanggulangan Tindakan Terorisme Nuklir
  Kemenkominfo Harus Tinjau Ulang Akuisisi XL dan AXIS
  Kasus Cebongan Momentum Balik Perkuat Disiplin Prajurit
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2