Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Komisi IV
Komisi IV Dukung Konservasi Penyu di Pariaman
Sunday 31 Aug 2014 11:52:55
 

Penangkaran Penyu Kota Pariaman Sumatera Barat.(Foto: twitter)
 
PARIAMAN, Berita HUKUM - Komisi IV DPR RI mengapresiasi upaya Pemerintah Kotamadya Pariaman, Sumatera Barat untuk membangun kawasan konservasi penyu. Kebijakan pembangunan yang dipadukan dengan keseimbangan lingkungan dipastikan pada saatnya akan menghasilkan hal positif.

"Kalau kota Pariaman sudah memulai memperhatikan lingkungan sebagai base of development itu sudah baik. Pembangunan yang dikembangkan dengan basis lingkungan yang baik akan menghasilkan yang baik pula. Jadi kita dukung konservasi ini," kata Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi IV Herman Khaeron di Pariaman, Kamis, (28/8).

Politisi FP Demokrat ini menjelaskan inisiatif konservasi penyu dimulai di Nusa Dua, Bali. Sebagai anggota working group untuk pelestarian penyu, Herman yang juga Wakil Ketua Komisi IV ini berharap Pemkot Pariaman dapat mengungguli capaian daerah lain.

Anggota Komisi IV Sri Hidayati menyoroti langkah Pemkot Pariaman untuk meredam kebiasaan masyarakat setempat mengkonsumsi telur penyu dengan menyebut telur yang mirip bola pingpong itu bisa bikin impoten.

"Iya saya rasa kepercayaan masyarakat sebelumnya makan telur penyu bagus untuk vitalitas tidak didukung kajian ilmiah juga kan. Lebih baik begitu ya, dari pada penyu punah karena manusia terus memburu telurnya," tekannya.

Sementara itu Wakil Walikota Pariaman Genius Umar menjelaskan disamping mengoreksi kepercayaan telur penyu untuk vitalitas, dilakukan pula kebijakan jemput bola membeli telur penyu milik masyarakat Rp3000/butir. Langkah ini cukup berhasil, pada akhirnya secara berkala pemkot melepas tukik ke laut.

"Kawasan konservasi penyu kita cukup luas sampai ke empat pulau yang berhadapan langsung dengan pantai Pariaman sekarang sudah berkembang menjadi kawasan wisata favorit. Masyarakat juga kami ajak melepas anak penyu atau tukik ke laut dan memberikan donasi perkembangan program ini," tuturnya.

Ia juga menyebut kawasan konservasi di Pariaman juga sudah menarik sejumlah mahasiswa mancanegara untuk melakukan penelitian. Kunjungan Tim Komisi IV di kawasan konservasi itu juga ditutup dengan melepas sejumlah tukik ke laut.(iky/dpr/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Komisi IV
 
  Kebijakan Pemerintah Harus Sesuai Harapan Rakyat
  Titiek Soeharto Berharap Menteri Lebih Perhatikan Pembudidaya Kepiting
  Anggota DPR Kriitik Larangan Penangkapan Benih Lobster
  Komisi IV Pertanyakan Menurunnya Sejumlah Indikator Pertanian
  Komisi IV Pertanyakan Arah Kebijakan Dewan Kelautan Indonesia
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2