Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Komisi VIII
Komisi VIII Tinjau Penanganan Pengungsi Korban Banjir DKI Jakarta
Saturday 25 Jan 2014 12:37:13
 

Ilustrasi, Banjir di Jakarta.(Foto: BH/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi VIII DPR RI menilai penanganan tanggap darurat bencana banjir di DKI Jakarta tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi VIII, Ade Barkah saat melakukan kunjungan spesifik ke lokasi pengungsian korban banjir di beberapa titik pengungsian di Ibukota, Jumat (24/1).

“Penanganan tanggap darurat oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) DKI Jakarta yang merupakan binaan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.Hal ini terlihat dari proses evakuasi yang sangat sigap, dapur umum yang bersih serta penanganan korban banjir di pengungsian juga sudah cukup baik,”jelas Politisi dari F-PKS ini.

Selain itu, tambah dia, dalam hal administratif BNPB juga sudah cukup baik. Data-data korban para pengungsi di setiap wilayah terdata dengan sangat baik. Dengan demikian memudahkan orang untuk mencari sanak saudara yang menjadi korban banjir.

Meski demikian Ade berharap agar BNPB melakukan penambahan tenaga ahli, meski saat ini di lokasi pengungsian juga sudah ada tenaga bantuan dari Pramuka. Selain itu ia berharap agar proses kaderisasi tenaga ahli dari BNPB terus berlangsung. Hal ini mengingat bencana banjir yang tidak dapat diprediksi lagi kapan datangnya. Jika sebelumnya ada siklus lima tahunan, namun belakangan ini hampir setiap tahun ibukota dan beberapa kota di Indonesia terkena banjir.

“Selain itu kami juga mendorong BNPB untuk meningkatkan anggaran tanggap darurat. Jangan sampai minimnya dana menjadi kendala dalam pelaksanaan evakuasi dan penanganan korban banjir,”ujar Ade mengakhiri.(dpr/ayu/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Komisi VIII
 
  Data Kemiskinan di Indonesia Belum Akurat
  Program KUBE Butuh Penasihat Usaha
  Anggota Komisi VIII Tidak Puas Kinerja Kementerian Agama
  Pemerintah Perlu Evaluasi Program Bantuan Masyarakat Miskin
  Komisi VIII Kecewa pada Kementerian PP & PA
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2