SEMARANG, Berita HUKUM - Selama tiga hari, Kemenpora menggelar Sosialisasi dan Koordinasi Program JPI (Jambore Pemuda Indonesia), di Hotel Pandanaran, Semarang. Acara hari Senin (3/6) malam dibuka Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda, Djunaedi, mewakili Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Alfitra Salamm.
Kadispora Jateng, Budi Santoso menyambut baik diselenggarakannya acara ini di Semarang. "Kota Semarang dikenal aman, termasuk saat terjadi pemilihan gubernur beberapa waktu lalu yang tanpa gejolak. Kami bangga karena Kemenpora memilih Semarang, dan pilihan itu sangat tepat. Kita berharap kegiatan ini sukses, dan acara Jambore Pemuda Indonesia yang akan diselenggarakan di Samarinda nanti juga akan sukses," kata Budi Santoso.
Dalam sambutannya sebelum membuka acara, Djunaedi mengatakan kegiatan ini penting karena pemerintah bermaksud akan meningkatkan kwalitas penyelenggaraan JPI yang akan dilangsungkan bulan Oktober mendatang di Samarinda. "Pada JPI di Samarinda nanti selain diikuti peserta dari seluruh provinsi, juga ada peserta dari negara-negara ASEAN Plus, yaitu negara ASEAN ditambah China, India dan Timor Leste. Kalau setiap negara mengirimkan 10 peserta, maka akan ad 120 peserta dari luar negeri. Karena itu pelaksanaan JPI harus benar-benar dipersiapkan dengan lebih baik," kata Djunaedi.
Mengutip harapan Deputi I, Djunaedi menambahkan, agar pelaksanaan JPI lebih lancar dan jelas, maka sebelumnya terlebih dahulu akan dibuat MoU antara Kemenpora dengan Pemrov Kaltim menyangkut tugas dan fungsi masing-masing. "Dengan demikian masing-masing pihak akan tahu mana hak dan mana yang menjadi kewajibannya. Pelaksanaan JPI nanti bersamaan dengan pelaksanaan peringatan Hari Sumpah Pemuda, serta ditambah lagi satu kegiatan baru yaitu Merajut Indonesia," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Farida Iriani selaku ketua panitia melaporkan, tujuan dari acara Koordinasi Program JPI di Semarang ini antara lain menghimpun masukan serta menginventarisasi masalah dan kendala yang akan dihadapi untuk pelaksanaan JPI 2013. "Agar Jambore Pemuda Indonesia sukses, maka perlu diinventarisasi apa kendala-kendala yang dihadapi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, kemudian bersama-sama dicarikan solusinya " katanya.
Sosialisasi dan koordinasi diikuti oleh seluruh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi dari seluruh Indonesia serta PUM (Pemegang Uang Muka)/bendahara kegiatan tingkat provinsi.(nas/kpr/bhc/rby) |