PYONGYANG (BeritaHUKUM.com) - Pihak Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengecam keras tindakan Amerika Serikat bersama Korea Selatan. Pengecaman ini bermula dari tindakan AS dan Korsel yang menunjukkan sikap angkuhnya kepada Korut. Kedua negera itu mengikbarkan bendera Korut saat keduanya melakukan latihan perang pada akhir pecan lalu.
Pada akhir pekan lalu latihan perang itu dinobatkan sebagai latihan perang terbesar yang pernah ada, setelah Perang Korea. Bersamaan dengan itu, bendera Korut pun muncul di sebuah bukit yang tertutup oleh kepulan asap dan kobaran api.
Latihan di Pocheon tersebut melibatkan dua ribu pasukan, jet tempur, tank, helikopter tempur Apache, dan misil serta peluncur roket. Bahkan, AS pun mengerahkan kapal induknya, USS George Washington.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengecam latihan tersebut dan mengatakan, pihaknya akan melanjutkan program senjata nuklir akibat terancam atas sikap AS. Program pembangunan senjata nuklir itu bernama ‘Pedang Berharga untuk Mencegah Perang’, demikian diberitakan Associated Press, Senin (25/6).
Kecaman ini akan membuat hubungan antara Korut dan Korsel semakin memanas. Apalagi, diketahui Korut, bersama Korsel ada AS, yang secara ideologis histories bertentangan dengan Korut yang beraliran komunis. (bhc/frd)
|