Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Pengungsi
Krisis Pengungsi Rohingya, Harusnya Pemerintah Segera Bertindak Cepat
Monday 18 May 2015 21:27:39
 

Tampak Ulil Abshar Abdalla Kader Demokrat Saat di Cafe Menteng Pendapa, Jakarta Pusat, Senin (19/5).(Foto: BH/bar)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Belakangan ini kita dikejutkan oleh ratusan pengungsi asal Rohingya yang terkatung-katung selama berbulan-bulan, mereka terlantar dan sengsara ditengah lautan, tanpa stok makanan yang cukup.

Beberapa dari mereka ada yang mati, mereka mencoba untuk mencari tempat yang aman di negara-negara dikawasan ASEAN. "Hanya saja, kapal yang membawa para pengungsi itu ditolak untuk berlabuh di Thailand, Malaysia dan Indonesia," ujar Ulil Abshar Abdalla, selaku salah satu kader dari Partai Demokrat, dikawasan Cafe Menteng Jakarta Pusat, Senin (19/5).

Agak sedikit beruntung, bahwa sebagian dari pengungsi itu ada yang berhasil berlabuh di Aceh dan ditolong oleh penduduk setempat. Tetapi masalah Rohingya jelas tak akan berhenti disana. Pasalnya masih ada ratusan, bahkan ribuan pengungsi Rohingya lainnya yang mengalami nasib serupa.

"Pemandangan semacam ini tentu tak bisa diterima. Krisis pengungsi Rohingya, lepas dari apa agama mereka, tentu menggangu kemanusian kita, dan karena itu harus ada tindakan untuk mengatasi masalah ini," tuturnya.

Sejauh ini, lanjutnya, tampaknya negeri-negeri Asean cuci tangan, tak mau ikut campur tangan dalam masalah ini. "Menanggapi masalah ini, kami dari kader partai Demokrat, dan digerakkan oleh rasa kemanusiaan seakan tak bisa menerima pemandagan yang menyedihkan yang menimpa para pengungsi Rohingya ini," pungkas Ulil Abshar Abdalla.(bh/bar)



 
   Berita Terkait > Pengungsi
 
  Kondisi Pengungsi Asing di Indonesia Memprihatinkan, Muhammadiyah Minta Pemerintah dan UNHCR Lebih Peduli
  Pemerintah Diminta Lebih Peka Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Pasca Perpres 125/2016
  PBB Sebut 'Kebijakan Australia terhadap Pengungsi Kejam'
  Krisis Pengungsi Rohingya, Harusnya Pemerintah Segera Bertindak Cepat
  Pengungsi Global Capai Jumlah Tertinggi 51,2 Juta Orang
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2