Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Perekrutan Penyidik
MA Bolehkan KPK Rekrut Penyidik Internal
Tuesday 09 Oct 2012 09:51:46
 

Gedung Mahkamah Agung (Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Mahkamah Agung menyetujui langkah Komisi Pemberantasan Korupsi merekrut penyidik sendiri, bukan dari kepolisian. Dasar perekrutan itu, menurut juru bicara MA, Djoko Sarwoko, tercantum dalam Pasal 6 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. "Penyidik di Indonesia itu penyidik Polri dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)," kata Djoko saat dihubungi kemarin.

Dia mencontohkan beberapa instansi yang sudah mempunyai penyidik pegawai negeri, seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Badan Narkotika Nasional, Direktorat Hak Atas Kekayaan dan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Kehutanan. "Saat ini ada sekitar 55 jenis PPNS," kata Djoko.

Pengangkatan penyidik tetap KPK bermula ketika Polri tidak memperpanjang masa tugas 20 penyidiknya di Komisi. Sebanyak 15 orang memilih kembali, sedangkan lima lainnya bertahan. Ketua KPK Abraham Samad, Jumat pekan lalu, mengungkapkan bahwa KPK kemudian berkoordinasi dengan Mahkamah Agung ihwal legalitas dan keabsahan perekrutan penyidik di luar kepolisian dan kejaksaan. Berdasarkan hasil pertemuan itu, Abraham mengatakan, "MA setuju dan menyatakan itu sah."

Djoko mengungkapkan, sejumlah penyidik KPK memang mendatangi para hakim agung pada pekan lalu. Mereka, Djoko melanjutkan, meminta pendapat tentang keabsahan penyidik KPK. Saat itu, kata dia, lembaga anti rasuah bisa mempunyai penyidik asalkan berkedudukan sebagai pegawai negeri. Djoko lalu menyarankan agar KPK mengangkat penyidik yang dimiliki saat ini sebagai pegawai negeri.

Abraham menambahkan, setelah pertemuan itu, KPK akan menggodok proses pengangkatan tersebut. "Bulan depan tes akan dilakukan. Nantinya, mereka akan dilatih di pusat pendidikan dan pelatihan Mahkamah Agung," kata Abraham saat ditemui di Makassar, Jumat itu.(kt/bhc/opn)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2