JAKARTA, Berita HUKUM - Selepas mengikuti test wawancara seleksi dalam Konvensi Capres Partai Demokrat, Ketua DPR-RI Marzuki Alie mengatakan kepada para wartawan, bahwa dirinya dalam seleksi test wawancara mencoba menjelaskan apa yang dilakukan seorang pemimpin itu harus mengacu pada amanat konstitusi, dan itu yang akan dilakukanya bila dipercaya rakyat Indonesia memimpin bangsa ini kedepan.
Menurut Marzuki perjalanan bangsa ini sangat panjang, bukan hanya satu periode, dua atau tiga periode saja.
"Pasti seseorang pemimpin akan melakukan perubahan-perubahan, sehingga apa yang di inginkan Bung Karno dahulu akan kita lanjutkan, apa yang dilakukan Pak Harto juga sama melanjutkan pembangun, dan saya akan melanjutkanya," ujar Marzuki Alie.
Dengan mengusung semboyan Indonesia Bermartabat, Marzuki Alie berpendapat bahwa nilai-nilai perjuangan Bung Karno dahulu, pak Harto, serta kejeniusan pak Habibie dengan kepiawaian yang luar biasa, Gusdur dengan toleransi dan keberagaman yang kuat, serta Ibu Megawati dan pak SBY, semua pemimpin kita ini yang harus kita lanjutkan.
"Saya didalam tadi mendapat aplaus yang luar biasa dari para panelis Pak Sugeng Hariadi. Menurut mereka dari 5 kandidat lain belum ada yang memenuhi syarat mereka," ujar Marzuki Alie menyapaikan apa yang di dengar dari pak Sugeng Hariadi.
Saya selama ini telah melakukan iteraksi sosial, agar masyakat dapat bangkit, dan bila masyarakat mendapat pembangunan yang sama dan merata saya membentuk Garuda Tani Nusantara, Jaringan Guru Ngaji dan Santri Indonesia.
Ditanya sejauh mana keyakinanya dalam proses mengikuti Capres parta Demokrat ini?
Marzuki Alie menjawab dengan nilai dan semangat keimananya, "saya sangat yakini dan imani Nabi Muhammad SAW. Dan jika ingin melakukan sesuatu harus yakin, kalau tidak yakin tinggalkan, dan ini menyangkut iman saya, kalau ragu-ragu saya akan tinggalkan," pungkas Marzuki Alie politisi senior ini.(bhc/put) |