Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Islam
Pemimpin Ideal Menurut Islam Adalah Pemimpin yang Tidak Gemar Berbohong
2021-09-08 09:11:54
 

Prof. Dr. Sirajuddin Syamsuddin atau dikenal KH Din Syamsuddin.(Foto: Istimewa)
 
NGAWI, Berita HUKUM - Agar mengarah kepada tujuan dan cita-cita bersama, kehidupan manusia secara kolektif memerlukan kepemimpinan. Keberhasilan berbagai organisasi dan lembaga apapun tergantung oleh sosok pemimpinnya.

Dalam pengajian Virtual Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ngawi, Ahad (5/9) mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin menjelaskan tipe pemimpin ideal menurut Islam.

"Siapakah pemimpin yang ideal menurut Alquran? Saya kira kita bisa menjawab langsung bahwa pemimpin ideal dalam Islam itu telah dipersonifikasikan, telah ditampilkan dan dinyatakan, dikirim secara nyata oleh Allah Swt dalam diri Nabi Muhammad saw. Beliaulah pemimpin agung, pemimpin ideal yang memenuhi kriteria Alquran," jelas Din Syamsudin mengutip ayat ke-21 Surat Al-Ahzab.

"Jadi untuk mencari sosok yang ideal bisa kita cari dari ayat-ayat Alquran, tapi juga bisa kita pahami, kita pelajari, kita teladankan dari sosok seorang Nabi Agung Rasulullah saw yang tadi disebut Alquran sebagai uswatun hasanah," imbuhnya.

Lebih lanjut, Din menjelaskan bahwa empat ciri sifat Rasulullah yakni jujur, amanah, cerdas, dan transparan adalah ukuran untuk menentukan apakah pemimpin itu termasuk ideal atau tidak.

Menurut Din, yang paling utama dari empat sifat tersebut adalah kejujuran atau As-Sidqu. Yakni kejujuran pada diri sendiri dan orang lain. Jika seseorang memiliki sifat jujur, maka sifat-sifat lainnya akan mengikuti.

Din Syamsudin berharap warga Persyarikatan melembagakan kejujuran dalam diri dan perbuatan lahir batin di manapun berada sebagai pengejewantahan dari hadis yang berbunyi setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang bagaimana kepemimpinannya.

"Jadi pemimpin yang suka berbohong, suka berdusta, tiap waktu penuh dengan kebohongan, tidak menyatu antara ucapan dan laku, word in deed does not match, tidak matching dengan laku, dengan perbuatan itu adalah kebohongan," imbuhnya.(muhammadiyah/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Islam
 
  Sejarah Kuil Rama di Ayodhya Dibangun Setelah Umat Hindu Merobohkan Masjid Berusia 500 Tahun
  Forum Umat Islam Bersatu Laporkan Zulkifli Hasan ke Bareskrim Polri
  Pembakaran Al Quran di Swedia, Legislator Ingatkan: Ini Bisa Melukai Hati Umat Islam Sedunia
  LDII Sebut Muhammadiyah Kakak Tertua
  Haedar : Amaliyah Islam Membawa Kemajuan dan Melahirkan Madinah Al Munawaroh
 
ads1

  Berita Utama
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

Istana Dukung Kejagung Bersih-bersih di Pertamina: Akan Ada Kekagetan

Megawati Soekarnoputri: Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Tunda Dulu Retreat di Magelang

 

ads2

  Berita Terkini
 
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan

Kasus Korupsi PT BKS, Kejati Kaltim Sita Rp2,5 Milyar dari Tersangka SR

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

10 Ribu Buruh Sritex Kena PHK, Mintarsih Ungkap Mental Masyarakat Terguncang

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2