Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    

Pemimpin Saling Mengambil Jarak
Saturday 13 Aug 2011 03:42:56
 

Anis Baswedan (Foto:
 
JAKARTA-Komunikasi para pemimpin bangsa di tingkat nasional tidak terjalin baik dan intens. Hal inilah yang menyebabkan para pemimpin justru saling mengambil jarak. "Pemimpin saat ini mengambil jarak dari pemimpin lainnya. Ini menyulitkan pengambilan keputusan di Indonesia,” kata Rektor Universitas Paramadina, Anis Baswedan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (12/8).

Jarak ini terlihat jelas di antara para pemimpin. Terutama terlihat pada para pimpinan partai politik. Untuk itu, perlu ada terobosan keberanian dari kepemimpinan nasional. Pemimpin itu harus hadir dan bekerja secara real. Bukan hanya dalam upacara-upacara tertentu. Pemimpin harus hadir mengarahkan ke masyarakat.

“Para pemimpin malah berkomunikasi lewat televisi plus 'prihatin'. Ini akan menjadi berbeda pesannya. Apa sulitnya berbicara, berkomunikasi langsung. Ini yang hilang dari budaya Indonesia bahwa pemimpin malah mengambil jarak dengan rakyatnya. Sikap ini ditiru rakyat dan saling bermusuhan. Indonesia krisis kepemimpinan,” jelasnya.

Menurut dia, krisis kepemimpinan politik yang mengemuka saat ini, terjadi karena merupakan efek menular dari krisis kepemimpinan di tingkat nasional. Hal ini disebabkan akibat ketidaktegasan dari gaya kepemimpinannya.

"Krisis kepemimpinan politik, merupakan efek tular dari kepemimpinan nasional yang menurun kemana-mana sehingga tidak mengambil keputusan yang tegas. Ketidaktegasan ini sekarang menular luar biasa," ungkap Anis.(mic/rob)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2