Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Maroko
Pengampunan Raja pada Pelaku Pedofilia Berujung Demonstrasi
Sunday 04 Aug 2013 05:13:35
 

Aksi ratusan orang yang berunjuk rasa memprotes keputusan kerajaan yang memaafkan warga Spanyol pelaku pedofilia.(Foto: reuters.com)
 
MAROKO, Berita HUKUM - Warga Spanyol yang divonis Pengadilan Tinggi Maroko, hanya selama 30 tahun penjara karena memperkosa dan merekam anak-anak kecil, termasuk anak berusia 4 tahun, menuai aksi demonstrasi besar-besaran di negara bagian benua Afrika itu.

Pasalnya pelaku tersebut merupakan salah seorang dari 48 narapidana asal Spanyol yang divonis penjara dan mendapatkan pengampunan Raja Muhammad VI pada hari Selasa lalu, atas permintaan Raja Spanyol Juan Carlos saat berkunjung ke Maroko bulan lalu.

Polisi anti huru-hara Maroko pada Jumat malam (2/8) berusaha membubarkan ratusan orang yang berunjuk rasa memprotes keputusan kerajaan yang memaafkan warga Spanyol pelaku pedofilia.

“Kami ke sini untuk mengetahui siapa yang bertanggungjawab atas pengampunan itu. Ini sangat memalukan, mereka menjual anak-anak kami,” kata Najia Adib, presiden asosiasi “Jangan Sentuh Anak-Anakku” seperti dilansir Reuters.com, sesaat setelah wanita aktivis itu bersama putri remajanya diserang polisi anti huru-hara.

Polisi berusaha membubarkan demonstran yang berkumpul di depan gedung parlemen di Rabat dengan pentungan. Beberapa orang terluka akibat pukulan petugas, termasuk para wartawan.

Aksi unjuk rasa serupa dilaporkan terjadi pula di beberapa kota lainnya di wilayah Kerajaan Maroko.

Para demonstran menuntut agar pengampunan dari pihak kerajaan dibatalkan dan orang-orang Spanyol itu dijebloskan ke penjara.

Pemerintah mengatakan bahwa pria Spanyol tersebut telah dipulangkan ke Spanyol.

Hamid Krayri, seorang pengacara keluarga korban, menyebut pria Spanyol pelaku pedofilia itu bernama Daniel Vino Galvan.

Galvan telah divonis penjara 18 bulan lalu oleh pengadilan pidana di Kenitra, dekat ibukota Rabat, karena memperkosa dan merekam anak-anak berusia 4-15 tahun.

“Dia seorang pensiunan yang memiliki dua flat di Kenitra sini,” kata Krayri, Pengacara anggota Asosiasi HAM kepada Reuters.

Krayri mengatakan, dia melaporkan Galvan tiga tahun silam, setelah para aktivis menunjukkan kepadanya cakram berisi rekaman pria Spanyol itu beserta korban-korbannya.

Pihak Istana kerajaan menolak untuk memberikan komentar atas pengampunan itu. Namun Kementerian Kehakiman mengatakan dalam pernyataannya hari Jumat bahwa, pengampunan tersebut diberikan berdasarkan kepentingan nasional Maroko dan hubungan baik kedua negara.

“Orang itu sudah dilarang masuk wilayah Maroko, dia tidak bisa kembali,” kata Menteri Kehakiman Mustapha Ramid kepada Reuters, Kamis (1/8).

Abdelali Hamieddine anggota Partai Keadilan dan Pembangunan, yang merupakan partai koalisi pemerintah, saat berunjuk rasa mengatakan, "Itu merupakan kesalahan besar. Kami menuntut pembatalan keputusan raja dan permintaan maaf kepada keluarga-keluarga korban serta rakyat Maroko."

Hamieddine mengatakan, pemerintah tidak bisa disalahkan atas pengampunan itu, sebab yang memberikannya adalah pihak istana.

"Ini membuktikan bahwa hukum kami dijadikan mainan," kata Hamza Mahfoud, salah satu penyelenggara unjuk rasa.(rts/bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Maroko
 
  Dubes Maroko Beri Penghargaan ke Ratusan Media Massa, Ini Daftar Medianya
  Amerika Serikat Beri Pengakuan Kedaulatan Maroko atas Wilayah Sahara Barat
  Pengampunan Raja pada Pelaku Pedofilia Berujung Demonstrasi
 
ads1

  Berita Utama
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

Istana Dukung Kejagung Bersih-bersih di Pertamina: Akan Ada Kekagetan

Megawati Soekarnoputri: Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Tunda Dulu Retreat di Magelang

 

ads2

  Berita Terkini
 
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan

Kasus Korupsi PT BKS, Kejati Kaltim Sita Rp2,5 Milyar dari Tersangka SR

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

10 Ribu Buruh Sritex Kena PHK, Mintarsih Ungkap Mental Masyarakat Terguncang

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2