Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    

Penyidik dan Penuntut KPK Adalah Jaksa Buangan
Thursday 24 Nov 2011 22:01:16
 

Ilustrasi (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Pernyataan mengejutkan disampaikan anggota Ombudsman, Hendro Nur Cahyo. Hal ini terkait dengan kualitas penyidik serta penuntut umum yang bertugas di institusi pemberantasan korupsi. Ternyata, mereka adalah jaksa ‘buangan’ alias kurang bermutu.

“Ada pengakuan dari seorang jaksa bahwa jaksa-jaksa yang dikirim ke KPK adalah bukan jaksa terbaik. Itu pengakuan dia (jaksa bersangkutan-red). Mereka adalah jaksa buangan,” kata Hendro Nur Cahyo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/11).

Menurut dia, yang dimaksud dengan buangan itu dalam arti Kejaksaan Agung tidak ingin memberikan jaksa yang terbaik kepada KPK. Jika memberikan jaksa terbaik, kemungkinan akan menjadi ganjalan kejaksaan dalam menangani kasus-kasus pidana lainnya. "Boleh jadi ada benarnya, karena kejaksaan hanya ingin jaksa terbaik yang bertugas di instansinya itu," imbuh Hendro.

Dalam kesempatan terpisah, Jamwas Kejaksaan Agung Marwan Effndy menyatakan, tidak bisa menjadikan alasan untuk para jaksa melakukan tindak pidana korupsi, hanya karena minimnya biaya operasional untuk setiap penanganan perkara. Pasalnya, Kejagung telah menyediakan dana untuk setiap biaya perkara bagi jaksa-jaksa di daerah.

"(Minimnya biaya operasional) itu, tidak bisa dijadikan alasan untuk korupsi. Mereka (jaksa di daerah-red) bisa minta ke pusat untuk biaya perkara. Jaksa Agung pun sudah menyisihkan dana untuk itu. Jadi itu bukan alasan mereka untuk memeras dan menerima suap dari terdakwa," tegas Marwan.(mic/spr/bie)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2