Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Kasus Penimbunan BBM
Polda Metro Lakukan Antisipasi Penimbunan BBM
Monday 12 Mar 2012 09:19:03
 

Ilustrasi polisi membongkar penimbunan BBM (Foto: Karimuncity.wordpress.com)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Jajaran Polda Metro Jaya mulai menyiagakan personelnya di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penimbunan bahan bakar minyak (BBM) oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, terkait menjelang rencana kenaikan harga tersebut per 1 April mendatang.

Bahkan, kini telah membentuk tim khusus untuk mengantisipasi segala kemungkinan tersebut. Tim yang disiapkan yakni, dari Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling). "Mereka yang pantau kemungkinan adanya penimbunan BBM jelang rencana pengumuman kenaikan harga BBM," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto yang dihubungi wartawan, Senin (12/3).

Petugas Polda metro Jaya, lanjut dia, terus memantau kondisi SPBU. Apalagi kalau antrean ramai dan panjang. Beberapa petugas kepolisian akan ditempatkan untuk menjaga SPBU tersebut. Sebaliknya, jika antrean dianggap normal, kepolisian hanya akan melakukan patroli. “Langkah antisipasi disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” imbuhnya.

Namun, dia enggan menyebutkan secara pasti jumlah personel yang akan disiagakan. Dia hanya memastikan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap warga yang kedapatan melakukan penimpunan BBM. “Jajaran polsek dan polres setempat yang akan melakukan patrol. Jika ada warga yang terbukti melakukan penimbunan akan ditindal tegas sesuai aturan hukum,” tegasnya.

Perlu diketahui, pelaku penimbunan BBM bisa dijerat pasal 480 UU Nomor 22/2001 tentang Migas. Dalam pasal ini disebutkan ancaman hukuman empat tahun penjara bagi pelaku yang terbukti melakukan perbuatan itu. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan pula bahwa harga BBM bersubsidi akan naik, karena harga minyak mentah dunia naik dan memberatkan APBN.(bjc/irw)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2