Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Politik
Presiden Ingatkan Para Guru Jauhkan Diri Dari Politik Praktis
Thursday 04 Jul 2013 22:07:58
 

Presiden SBY, saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres XXI Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Guru Indonesia Tahun 2013 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/7).(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan terima kasih pada guru atas pengabdian dan kerja keras untuk memajukan pendidikan. Presiden juga menyampaikan apresiasnya kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) atas usahanya ikut meningkatkan kapasitas, kinerja, integritas dan kode etik guru.

Ucapan terima kasih itu disampaikan Presiden SBY saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres XXI Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Guru Indonesia Tahun 2013 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/7).

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY yang didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono menerima lencana Maha Dwija Praja Utama yang diberikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Sulistio. "Saya berterima kasih atas penghargaan ini. Saya tulus, tidak mencari penghargaan. Saya hanya ingin tahun depan, ketika saya selesai bertugas, nasib dan kesejahteraan guru semakin lebih baik," ujar SBY.

Presiden juga menyinggung masih adanya guru yang menjadi 'korban politik' dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Dalam kasus pilkada, ujar Presiden, guru sering dipaksa menjadi tim sukses. "Kalau kebetulan yang terpilih bukan yang didukung, nanti dipindah. Ini tidak boleh terjadi," tegas Presiden.

Ia mengingatkan para guru untuk menjauhkan diri dari politik praktis. "Kalau mengalami nasib seperti itu segera lapor Mendikbud dan Mendagri, lalu tembusan kepada saya. Tapi jangan fitnah. Setelah itu berikan konferensi pers bahwa ada perlakuan tidak benar," pinta Presiden SBY.

Harus Semakin Murah

Pada bagian lain sambutannya, Presiden SBY mengatakan bahwa pendidikan adalah untuk semua. Karena itu, pendidikan harus semakin terjangkau, semakin berkualitas, murah, dan bagi yang kurang mampu digratiskan. “Semua pihak harus berusaha dan mengambil tanggung jawab bersama untuk memajukan pendidikan,"ujar Presiden SBY.

Untuk itu pula, Presiden SBY meminta agar kemampuan dan kesejahteraan guru dan dosen harus ditingkatkan pula. Presiden meminta kepada PGRI untuk terus menerus meningkatkan kapasitas dan kinerja guru. Selain itu, ikut meningkatkan integritas dan kode etik guru.

“Lakukan kerja sama dan sinergi yang baik dengan jajaran pemerintah demi memajukan mutu pendidikan di negeri kita dan sekaligus demi peningkatan kesejahteraan guru kita,” pinta SBY.

Kongres PGRI yang dilaksanakan pada 1 - 5 Juli ini, diikuti sebanyak 8.000 orang, dengan rincian 1.800 peserta dan sekitar 6.000 peninjau. Para peserta dan peninjau tersebut terdiri atas Pengurus Besar PGRI, Badan Penasihat PGRI, utusan PGRI provinsi, kabupaten dan kota, serta utusan pengurus asosiasi dan profesi keahlian sejenis.

Hadir dalam pembukaan Kongres PGRI itu antara lain Mensesneg Sudi Silalhi, Mendagri Gamawan Fauzi, Mendikbud Mohammad Nuh, Menag Suryadharma Ali, dan Menteri PAN Azwar Abubakar, dan Ketua DPD Irman Gusman.(es/skb/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Politik
 
  Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
  Dasco Gerindra: Prabowo dan Megawati Tak Pernah Bermusuhan, Saya Saksinya
  Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
  Tahun Politik Segera Tiba, Jaga Kerukunan Serta Persatuan Dan Kesatuan
  Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan yang Sehat
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2