Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    

RI Pererat Hubungan Bilateral Dengan Pakistan
Monday 26 Mar 2012 14:17:42
 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Demokrat.or.id)
 
SEOUL (BeritaHUKUM.com) – Hari kedua kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan menerima beberapa kepala pemerintahan dari negara-negara sahabat di Rose Room Hotel Renaissance, Seoul, Korea Selatan, Senin (26/3). Acara ini bagian dari upaya peningkatan hubungan bilateral dnegan dengan negara.

Satu di antaranya adalah menerima PM Pakistan Syed Yousaf Raza Gillani. Pertemuan ini digelar untuk membicarakan peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Dalam pengantarnya, SBY mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah diluangkan PM Gillani tersebut. "Ini merupakan pertemuan kedua setelah pertemuan pertama di Kuala Lumpur, Malaysia pada dua tahun lalu," kata SBY, seperti dikutip laman presidenri.go.id.

Dengan hubungan baik, solid, dan semakin meningkat belakangan ini, Presiden menilai ada kesempatan bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral. "Saya harap saya dapat mendengarkan saran dari bapak tentang bagaimana kita akan memperkuat dan memperluas hubungan bilateral kita," kata Presiden.

Pada pertemuan tersebut, PM Yousaf didampingi Menlu Pakistan Hina Rabbani Khar, Dubes Pakistan untuk Korsel Shaukat Ali Mukadam, dan Sekretaris PM Fauzia M. Sana. Sedangkan SBY didampingi Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Menperin MS Hidayat, dan Seskab Dipo Alam.

Menurut Menlu Marty Natalegawa, dalam pertemuan dengan PM Pakistan akan dibahas mengenai peningkatkan kerja sama bilateral antara kedua negara. Di antaranya mengenai kerja sama perdagangan dengan Pakistan yang mencapai 1,1 miliar dollar AS dan kerja sama terkait masalah terorisme.

“Akan dibahas juga kerja sama keamanan yang terkait dengan terorisme. Pemerintah RI sangat apreasiasi kerja sama selama ini, misalnya pengembalian Umar Patek. Selain itu, juga akan dibahas mengenai kerja sama sebagai anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam-red),” tandasnya.

Selain dengan PM Pakistan Gillani, Presiden SBY juga akan melakukan pertemuan dengan PM Norwegia Jens Stoltenberg, dan PM Denmark Helle Thorning-Schmidt. Dengan Norwegia, akan dibahas mengenai kerja sama lingkungan hidup. “Norwegia adalah mitra RI dalam pelaksanaan program REDD-Plus atau pelestarian hutan,” jelas Marty.(dbs/wmr)




 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2