Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
India
Sedikitnya 89 Jemaah Hindu Meninggal Akibat Terinjak Injak
Monday 14 Oct 2013 00:33:30
 

Para peziarah menuju kuil Ratangarh melalui jembatan Sungai Sindhu.(Foto: Ist)
 
INDIA, Berita HUKUM - Paling tidak 89 orang tewas serta 100 orang lainnya terluka, sebagian besar wanita dan anak-anak, meninggal akibat terinjak-injak dalam ritual agama Hindu di India Tengah, kata para pejabat. Korban meninggal karena terinjak-injak karena kepanikan di satu jembatan dekat kuil Ratangarh di negara bagian Madya Pradesh.

Sejumlah korban lain meninggal karena lompat dari jembatan.

Para pejabat mengatakan peristiwa terinjak-inijak ini akibat rumor yang disebarkan bahwa jembatan itu nyaris ambruk, Ratusan ribu orang berkumpul di kuil dekat kota Datia untuk acara keagamaan. Para peziarah menuju kuil Ratangarh melalui jembatan Sungai Sindhu.

Salah seorang jemaah yang selamat Atul Chaudhary mengatakan kepada BBC Hindi, ribuan orang berada di jembatan itu.

Jembatan diperbaiki

Chaudhary mengatakan ia mendengarkan teriakan dan banyak orang yang lompat dari jembatan. "Sebagian adalah anak-anak yang panik dan lompat ke sungai dengan air yang meluap," kata Chaudhary.

"Saya dan rekan saya berada di dekat pintu keluar dan beberapa lainnya lari menyelamatkan diri. Puluhan lainnya tidak seberuntung kami," tambahnya.

Jembatan sempit sepanjang 500 meter itu baru-baru ini diperbaiki menyusul insiden terinjak-injak tahun 2007.

Menteri Kesehatan Madhya Pradesh Narottam Mishra mengatakan 89 orang dipastikan meninggal.
"Penyebab kecelakaan akan ditelusuri melalui penyelidikan. Informasi dari penduduk setempat menyebutkan rumor tentang jembatan yang menyebabkan insiden terinjak-injak ini," kata Mishra.(bbc/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > India
 
  Petir Mematikan di India: Lebih 2.500 Orang Meninggal Akibat Tersambar Setiap Tahun, Mengapa Terjadi?
  Kashmir Diisolir, Diblokir: Salat Jumat dan Jelang Idul Adha di Jaga Puluhan Ribu Tentara
  India Luncurkan 20 Satelit dalam Satu Misi
  India dan Iran Teken Kesepakatan Pelabuhan Bersejarah
  India Terbelah Setelah Pemimpin Hindu Mengkritik Bunda Teresa
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2