Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Adhyaksa Dault
Sudah 120 Ribuan KTP, Adhyaksa Dault Siap Maju Jalur Independen
2016-05-16 04:22:41
 

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Dr. Adhyaksa Dault saat memberikan keterangan kepada para wartawan di kawasan Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/5).(Foto: BH /mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Adhyaksa Dault mengatakan bahwa, sejauh ini untuk maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, ia tidak mendaftar melalui jalur partai Politik (Parpol). Menurutnya, sekarang sudah ada peningkatan dan terkumpul KTP sebanyak 120 ribuan dukungan terhadap dirinya untuk maju sebagai jalur independen.

"Ada peningkatan, karena menghargai temen yang lain maka saya tidak mendaftarkan diri di partai," ujar Adhyaksa Dault, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu pada para jurnalis di kawasan Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/5).

Bagi Adhyaksa secara pribadi, Parpol nampak berkehendak ingin mencari pemimpin atau penguasa. "Jika mencari penguasa yah seperti itu. Ada semacam ajang pendaftaran, tes dan sebagainya. Ibarat pendaftaran acara televisi 'Indonesia Idol'. Namun, kalau mencari pemimpin, maka akan dipanggil," candanya, sembari berguyon sedikit untuk mengkritisi.

Sampai KTP yang mendukung terkumpul, yang sejauh ini ada peningkatan. Dan juga untuk menghargai teman-teman yang daftar, serta demi elektabilitasnya untuk incumben dengan yang ada. "Namun, memang saya gak memiliki dan menggunakan counter-counter untuk pendukung saya di mall-mall, saya gak punya seperti itu. Terlebih jualan kaos, dan ada bayarannya," ungkap Adhyaksa Dault.

Mantan aktivis kepemudaan dan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di masa pergerakan dulu pada semasa kuliah, yang kini menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Pramuka (Ka Kwarnas) itu menuturkan pula, dalam waktu dekat ini akan mengumumkan. Target 250.000 KTP yang mendukungnya, setelah puasa, atau berkisar awal Juli.

"Bila tidak bisa mengumpulkan akan memberikan suara atau dukungannya kepada Bacagub yang memiliki elektibilitas tinggi. Namun, kalau bisa jangan berikan ke pak Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)," jelasnya lagi.

"Soalnya, visinya pak Ahok berbeda dengan visinya saya dalam membangun kota Jakarta. Visi saya 'Nasionalisme Religius' jangan Kapitalisme Sekuler, seperti yang nampak belakangan ini. Jakarta kedepan diharapkan dalam pembangunan ada pemerataan dan keseimbangan," pungkasnya.(bh/mnd)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2