Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    

Uang Suap Untuk Jaksa S Terkait Proses Penuntutan
Monday 21 Nov 2011 23:04:45
 

Ilustrasi (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga uang yang diterima seorang oknum jaksa berinisial S itu, terkait dengan proses penuntutan sebuah kasus yang ditangani Kejari Cibinong, Jawa Barat. Uang senilai Rp 99,9 juta itu diberikan pihak swasta, yakni E dan AB.

"Kami menduga uang senilai Rp 99,9 juta yang diberikan kepada oknum jaksa S itu, merupakan pemberian terkait kasus E yang sedang menjalani persidangan di Cibinong," kata Karo Humas KPK Johan Budi kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Senin (21/11).

Menurut Johan, dari pemeriksaan semenetra yang dilakukan tim penyidik, terungkap bahwa S diduga sebagai pihak penerima, sedangkan pihak swasta berinisial AB dan E diduga sebagai pemberi. "Mereka kami tangkap, setelah melakukan transaksi suap," imbuh Johan.

Mereka ditangkap sekitar pukul 18.15 WIB di halaman gedung Kejari Cibinong. Di lokasi penangkapan, tim penyidik KPK juga menemukan barang bukti berupa uang tunai dalam sebuah amplop coklat senilai Rp 99,9 juta.

"Di TKP (Tempat Kejadian Perkara) kita temukan uang Rp 100 juta rupiah yang berada di dalam mobilnya S. Namun, setelah dihitung hanya berjumlah Rp 99,9 juta. AB membawa uang dalam amplop cokelat mendatangi mobil S," jelas Johan.

Sebelumnya, Jamwas Kejaksaan Agung Marwan Effendy menyatakan bahwa oknum jaksa yang ditangkap KPK itu bernama Sisyoto. Pihaknya menyesalkan penangkapan terhadap jaksa tersebut. Pasalnya, kejaksaan sudah menerima remunerasi yang diharapkan tidak menerima suap atau melakukan perbuatan menyimpang.

“Oknum jaksa itu bernama Sisyoto. Dia ditangkap KPK, usai menerima tamu. Katanya tadi sore penangkapanm yang dilakukan KPK. Saya masih menunggu laporan lebih lanjut dari penangkapan ini. Ini kasus sudah berkali-kali terjadi, saya heran kok mereka (para jaksa-red) tidak kapok-kapok dan tidak sadar-sadar," Marwan mengeluh.(tnc/spr)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2