Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Muhammadiyah
Warga Muhammadiyah Harus Memilih Presiden Berdasar Suara Hati
Sunday 22 Jun 2014 03:17:21
 

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A. Mughni.(Foto: Istimewa)
 
SURAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A. Mughni menegaskan, bahwa warga Persyarikatan Muhammadiyah harus memilih figur Presiden RI berdasar suara hati, dan bukan karena hasutan dari kampanye negatif diantara dua kandidat. Karena etika dan moral adalah yang utama dalam dakwah di Muhammadiyah.

“Saya kira warga Muhammadiyah sudah seharusnya memilih Presiden bukan karena money politics ataupun black campaign yang saat ini marak beredar di masyarakat, warga Persyarikatan seharusnya memilih karena memang layak dan dianggap yang terbaik,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (21/6).

Sementara itu,menanggapi maraknya berita yang menuliskan pernyataannya yang mengatakan sembilan puluh persen warga Muhammadiyah akan memilih capres tertentu, Syafiq A. Mughni membantah berita tersebut.

“Itu hitungan dari mana, tidak ada data yang menyatakan begitu. Saya tidak mengatakan hal tersebut, mungkin tokoh senior Muhammadiyah lain,” tegasnya.

Syafiq menambahkan, dalam wawancara yang dilakukan seusai acara Saerasehan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (20/6), dirinya hanya berbicara mengenai seputar kampanye hitam yang marak dan tidak berbicara mengenai dukung mendukung salah satu capres.

Lebih lanjut menurut Syafiq, sesuai keputusan Tanwir Muhammadiyah Samarinda, PP Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat Kebangsaan yang diantara isinya adalah tidak mendukung salah satu capres dan warga Muhammadiyah dapat memilih sesuai dengan kriteria yang dibuat dalam Maklumat tersebut.(mac/mdy/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Muhammadiyah
 
  Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
  Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
  Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
  106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
  Siber Polri Tetapkan A.P Hasanuddin sebagai Tersangka Ujaran Kebencian terhadap Muhammadiyah
 
ads1

  Berita Utama
Sebut Tindakan Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Tual Diluar Perikemanusiaan, Yusril: Harus Diproses Etik dan Pidana

Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sebut Tindakan Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Tual Diluar Perikemanusiaan, Yusril: Harus Diproses Etik dan Pidana

Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2