Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Pembunuhan
2 Pelaku Mutilasi di Kalibata City Berhasil Ditangkap Polisi
2020-09-17 21:52:34
 

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana saat memimpin konferensi pers bersama jajarannya.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan mutilasi yang menewaskan korban bernama Rinaldi Harley Wismanu (RHW). Dari hasil pengungkapan, polisi menangkap 2 pelaku masing-masing Djumadil Al Fajri (DAF) dan Laeli Atik Supriyatin (LAS).

"DAF dan LAS, ini bisa dikatakan mereka pasangan kekasih, (alias) pacaran," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana saat memimpin konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9).

Nana menjelaskan, kasus pembunuhan itu terungkap setelah polisi menerima laporan orang hilang atas nama RHW pada tanggal 9 September 2020. Polisi kemudian menyelidiki kasus itu, hingga akhirnya menangkap kedua pelaku.

"Kemudian dalam waktu 4 hari, kasus ini terungkap," kata Nana.

Nana mengatakan, peran DAF adalah sebagai eksekutor yang membunuh dan juga memutilasi korban. Sedangkan LAS berperan memancing korban.

"LAS ini, mengajak korban (RHW) untuk bertemu dan menyewa apartemen di Pasar Baru, Jakarta Pusat," ungkapnya.

Korban dieksekusi di apartemen di kawasan pasar Baru, Jakarta Pusat. Setelah dimutilasi, kemudian jasad korban dipindahkan oleh pelaku ke Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, jasad RHW ditemukan di Apartemen Kalibata City pada Rabu (16/9) malam. Korban dimasukkan ke dalam koper dan 2 tas ransel oleh kedua pelaku.

Kedua pelaku ditangkap tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Handik Zusen, AKP Noor Marghantara dan AKP Mugia, di Depok, pada Rabu (16/9) siang.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 340 juncto Pasal 338 juncto Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Pembunuhan
 
  Tembak Mati Anggota TNI dan 2 Pelayan Cafe, Oknum Polisi Ini Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
  Kutuk Pembunuhan Sadis di Sigi, Bamsoet Minta Pelaku Segera Ditangkap
  Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis di Depok, Pelaku Ternyata Saudara Kandung
  2 Pelaku Mutilasi di Kalibata City Berhasil Ditangkap Polisi
  Terdengar Mirip Suara Letupan Senpi Saat Rekontruksi Kasus Penembakan Bos Pelayaran
 
ads1

  Berita Utama
Ungkap 1,129 Ton Sabu Jaringan Timur Tengah, Kapolri Apresiasi Jajaran Polda Metro

PPN Pendidikan Tidak Sejiwa dengan Konstitusi Pancasila

Pajak Sembako Merupakan Pengkhianatan Kepada Rakyat

Watua MPR Tidak Setuju Dana Haji untuk Pembangunan Infrastruktur

 

ads2

  Berita Terkini
 
Disebut Tidak Bisa Jawab, Nurul Ghufron: Komnas HAM Perlu Belajar Banyak

Tembus 4.000 Kasus Positif Sehari, Pemprov DKI Ingatkan Warga Tak Sepelekan COVID-19

Praktik Pinjaman Online Tanpa Izin Berhasil Dibongkar, Polisi: 5 Pelaku Diamankan 2 DPO

Imbas Pandemi, Pemerintah Diminta Revisi Perpres Bebas Visa

PPN Sembako, Jasa Pendidikan, Kesehatan, Hingga Pencabutan Subsidi Listrik, Wakil Ketua MPR: Kebijakan Ini Tidak Berpihak Rakyat

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2