Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Bakamla RI
Bakamla RI Amankan Kapal CS Nusantara Explorer, Aset Sitaan Ditjen Pajak
2021-12-14 21:52:32
 

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Aan Kurnia dan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jakarta Selatan I Aim Nursalim Saleh.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI berhasil mengamankan kapal CS Nusantara Explorer di perairan Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Sabtu (11/12).
Pasalnya, kapal tersebut merupakan barang sitaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan, karena pemilik CS Nusantara Explorer menunggak pajak sebesar 33 Milliar.

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya (Laksdya) TNI Aan Kurnia menjelaskan, pihaknya menangkap kapal itu berdasarkan surat permohonan pengamanan aset sita berupa kapal, dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan I.

"Saya menerima surat (Ditjen Pajak), intinya minta bantuan karena ada aset bergerak, atau kapal yang punya kewajiban pajak yang belum diselesaikan. Jadi ada kapal namanya CS Nusantara Explorer, kapal ini punya kewajiban pajak terhadap negara, tapi kapal ini melarikan diri tidak melaksanakan kewajiban," jelas Aan di Kantor Bakamla, Jakarta Pusat, Selasa (14/12).

Berbekal dasar tersebut, Laksdya TNI Aan Kurnia memerintahkan Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Suwito untuk menggerakkan unsur KN Pulau Nipah-321 guna pencarian dan pengamanan kapal target. Diketahui bahwa kapal CS Nusantara Explorer masih dalam status sita sejak 24 Agustus 2021 silam. Tidak tanggung-tanggung, kapal CS Nusantara Explorer juga telah melakukan pelayaran ilegal menuju Philipina dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Hal tersebut merupakan hasil pantauan tracking sistem yang dimiliki Puskodal Bakamla RI.

Berikut kronologis singkat, pada 8-12 November 2021, diketahui posisi kapal CS Nusantara Explorer berada di Pelabuhan Bauan, Filipina.

Kemudian kapal tersebut terdeteksi berada di Pelabuhan Changsu, China pada 18-27 November. Kapal tersebut termonitor masuk ZEE Indonesia pada 5 Desember.

"Kapal ini ternyata mau ke Madagaskar," ungkap Aan.

"Akhirnya kita amankan dan minggu kemarin kapal ini sudah kita kawal masuk ke Batam, dan proses ke pemerintah dalam hal ini ke Kemenkeu untuk selesaikan kewajiban," tambahnya.

Hasil pemeriksaan awal kapal CS Nusantara Explorer terdapat 45 ABK yang terdiri dari 31 ABK warga negara Indonesia dan 14 ABK warga negara asing.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jakarta Selatan I Aim Nursalim Saleh menerangkan, bahwa kapal CS Nusantara Explorer masih dalam status sita sejak 24 Agustus 2021 silam.

"Aset bergerak ini sudah disita sebelumnya di Agustus 2021, namun untuk pembayaran kewajiban pajaknya, kita berikan kesempatan untuk berusaha, namun tampaknya ini sudah terlalu jauh kapal tersebut, padahal kewajiban pajaknya belum dipenuhi sebesar Rp 33 miliar," beber Nursalim Saleh.

Ia menambahkan, pihaknya mengapresiasi kinerja gabungan antar instansi pemerintah yang berhasil mengamankan dan menyelamatkan aset sitaan negara dari penunggak pajak.

"Saya garis bawahi, kerjasama dengan Bakamla dan Ditjen Pajak ini pertama kali kita lakukan, hasilnya luar biasa, ini menyelamatkan uang rakyat," tandasnya.(bh/amp)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Antisipasi Laporan Bank Dunia, Pemerintah Harus Hati-Hati Tentukan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021

Sinyal Prabowo untuk Siapa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Atau Rizal Ramli?

Penjelasan Polda Metro Soal Curhatan Fahri Calon Siswa Bintara 2021 yang Tidak Lolos

 

ads2

  Berita Terkini
 
Syarief Hasan Dukung Penuh Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

12 Outlet Ditemukan Pelanggaran, Anies Baswedan Cabut Izin Usaha Holywings di Jakarta

Eddy Santana Desak Percepatan Pembangunan Tol Trans Sumatera

Jangan Sampai Demi Jaga Pertumbuhan, Independensi BI Jadi Bias

Penambahan Kuota Haji Berimbas pada Pembiayaan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2