Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    

Bongkar Mafia Anggaran, Marzuki Malah Sindir La Ode
Monday 03 Oct 2011 14:38:13
 

Ketua DPR RI Marzuki Alie (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Upaya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Ode Idan dan Ketua DPP Partai Golkar Zainal Bintang membongkar praktik mafia anggara DPR dengan membuka Pos Pengaduan Praktik Mafia Anggaran (P2MA), malah mendapat cibiran Ketua DPR Marzuki Alie. Langkah mereka itu ditudingnya sebagai tindakan kurang kerjaan.

Bahkan, Marzuki Alie mengkritik hal tersebut dan menganggap La Ode hanya mencari popularitas saja. "Tugas-tugas DPD itu banyak, selesaikan sajalah yang menjadi tugasnya. Jangan bicara (kerja Badan Anggaran/Banggar DPR) dulu lah. (Tindakan La Ode) itu namanya politik, politik kan cari perhatian orang," ujar Marzuki di gedung DPR, Jakarta, Senin (3/10).

Menurut Marzuki, dirinya sudah bicara dnegan Ketua DPD Irman Gusman. Kemungkiunan besar, ia akan menegur La Ode, karena membuka pos pengaduan bukan atas nama lembaga di gedung DPD. "Saya sudah bicara dengan Pak Irman, biar nanti Pak Irman akan menegur yang bersangkutan,” imbuh dia.

Ditambahkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut, bila hasil pengaduan pos mafia anggaran itu masuk ke DPR, dipastikannya laporan tersebut tidak harus diproses di DPR, karena tidak diatur dalam konstitusi. "Tugas-tugas DPD selesaikanl sajaah. Tidak ada urusan (laporan pengaduan), tidak ada (membuat pos pengaduan itu) diatur dalam konstitusi," jelasnya sinis.

Marzuki menyatakan, DPD dalam hal ini La Ode Ida janganlah bersikap seolah-olah dekat dengan rakyat. Semestinya, baik DPR dan DPD harus bisa saling menghargai. "Marilah saling menghargai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Jangan seolah-olah, kita orang paling dekat dengan rakyat. Kita semua bekerja untuk rakyat dalam koridor tanggung jawab dan kewenangan kita," sergahnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD La Ode Ida membuka pos pengaduan praktik mafia anggaran di ruangannya di gedung DPR. Hingga kini, La Ode yang membuka pos tersebut secara pribadi telah menerima 20 pengaduan. Dalam pengaduan itu, disebutkan setidaknya ada 10 anggota DPR yang terlibat dalam percaloan anggaran.(dbs/rob)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2