Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Empat Lawang
Bupati Empat Lawang Mendadak Muncul di KPK
Tuesday 04 Feb 2014 15:23:15
 

Ilustrasi, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar.(Foto: BH/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali kesekian kalinya memeriksa saksi kasus suap sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi yang menjerat Akil Mochtar terus dilakukan oleh KPK, dengan memanggil Bupati Empat Lawang, Budi Antoni.

Sebelumnya KPK, telah memeriksa orang nomor satu di Kabupaten Empat Lawang Provinsi Bengkulu ini. Budi Antoni tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.20 WIB. Namun ia tidak lama menjalani pemeriksaan kurang lebih 1 jam. Ia mengaku hanya mengambil berkas yang sebelumnya disita KPK saat dilakukan penggeledahan di kediamannya pada bula Desember lalu.

"Hanya pengembalian berkas. KPK donk (yang kembalikan), masa saya yang mengembaliin," ujar Budi, Selasa (4/2).

Menurut pengakuannya bahwa berkas yang di maksud ada juga mengaku Berkas yang dikembalikan, berupa coret-coretan terkait pemenangannya dalam Pilkada di Empat Lawang.

"Di pilkada ya coret-coretan begitu aja," ujarnya.

Namun, selebihnya ia membantah saat ditanya mengenai pemberian uang Rp 750 juta kepada Akil, terkait suap pemenangan dirinya dalam Pilkada Empat Lawang yang ditangani oleh MK.

"Gak ada itu, gak ada," katanya.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun uang itu diberikan diposko pemenanganya. KPK juga sempat melakukan penggeledahan ditempat tersebut.

Dalam perkara ini, Budi dan istrinya, Suzana Budi Antoni diketahui telah dicekal oleh KPK. Sama halnya dengan Budi, KPK juga sudah terlebih dahulu sudah memanggil Wali Kota Palembang Tomi Harto. Ia juga mengaku hanya mengambil berkas dari penggeledahan KPK.

Sementara Akil Mochtar sendiri selain bermain suap dalam Pilkada Lebak dan Gunung Mas, Akil juga diduga banyak bermain ditempat-tempat lain seperti di Pilkada Palembang, Empat Lawang, Maluku, Sulawesi, Bali dan terakhir Jawa Timur.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Kasus Empat Lawang
 
  Sengketa Pilkada Empat Lawang, KPK Tahan Bupati dan Istri
  Bupati Empat Lawang Mendadak Muncul di KPK
  Ajudan Bupati Empat Lawang Over Akting
  KPK Ada Jejak-Jejak Tersangka Akil Mochtar di Empat Lawang
  Demo Bupati Empat Lawang
 
ads1

  Berita Utama
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

 

ads2

  Berita Terkini
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2