Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    

DPR Ucapkan Terima Kasih Untuk Capim tak Terpilih
Tuesday 06 Dec 2011 19:19:53
 

Suasana sidang paripurna DPR (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Sidang paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso akhirnya mengesahkan pemilihan pimpinan sekaligus ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015. Dalam kesempatan tersebut, pimpina rapat mengucapkan terima kasihnya kepada empat calon yang tidak terpilih sebagai menjadi pimpinan KPK.

"Dengan segala hormat, Aryanto Sutadi yang punya kemampuan khusus, Abdullah yang sangat unik, Handoyo yang punya keahlian akuntan, dan Yunus yang semua tahu prestasinya, tapi Komisi III menjatuhkan empat pilihannya. Kami ucapkan terima kasih kepada empat orang yang belum terpilih adalah orang-orang pilihan juga," kata di dalam sidang paripurna yang berlangsung di gedung rapat utama DPR RI, Jakarta, Selasa (6/12).

Sebelum sidang berlanjut, datang interupsi dari anggota Komisi III DPR asal Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat yang menyatakan terima kasihnya kepada pimpinan KPK yang lama, khususnya kepada Busyro Muqoddas yang tidak lagi menjabat sebagai Ketua KPK. Kepada Pak Busyro juga terima kasih, meski ucapan beliau sering ditujukan kepada DPR. Tapi saya yakin, itu teguran kepada kami di sini,” ujarnya.

Tak mau kalah dengan rekannya, anggota Komisi III DPR asal Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Busyro Muqoddas dan empat pimpinan lama KPK. Sedangkan kepada pimpinan baru KPK, ia mengucapkan selamat bekerja. “Meski kami yang memilih kalian, kalau kami ada kaitan dengan korupsi, silakan borgol kami," ujarnya.

Namun, dalam kesempatan ini, Ruhut sempat mempertanyakan ketidakhadiran Busyro dalam rapat paripurna itu. Ia pun langsung menyentil mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) itu. "Kenapa Pak Busyro tidak hadir? Padahal, waktu diminta kesediaan memimpin kembali, (ia) menyatakan siap. Tapi kenapa juga tidak hadir sekarang," ujar pengacara nyentrik ini.

Tapi Ruhut berharap, meski Busyro tak lagi menjadi Ketua KPK, diharapkan dapat bekerja sama dengan empat pemimpin lainnya. Hal ini demi kebaikan dalam menjalankan tugas dan wewnenag KPK. "Lima pimpinan KPK harus bekerja sama dengan baik. Kalau ada bukti hukum, jangan segan-segan memborgol kami," tegas dia.(mic/rob)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2