Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Pemilu 2014
Dewan Rakyat Jakarta Gembok Pintu Pagar KPU
Tuesday 05 Aug 2014 17:29:43
 

Demo aksi masa Dewan Rakyat Jakarta di depan KPU Jakarta, Senin (4/8).(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Aksi Massa dari Dewan Rakyat Jakarta (DRJ) melakukan demo di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat di Jl. Diponogoro Jakarta dengan melakukan penyegelan dan penggembokan pagar gedung KPU Jakarta. Mereka menilai KPU telah melakukan kecurangan dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden 2014.

"Dewan Rakyat Jakarta menyatakan sikap: selaku penyelenggara Pemilu telah memperkosa hak-hak demokrasi rakyat, para jajaran komisi Pemilihan Umum yang telah merusak sendi-sendi demokrasi Indonesia, hal tersebut dapat diperlihatkan KPU Republik Indonesia dengan banyaknya kasus kecurangan Pemilu Presiden 2014. Dan sikap tidak Independensinya KPU yang melanggar sejarah perundang-undangan, bahkan aturan yang telah dibuatnya sendiri, kejahatan demokrasi" ujar Guntur Setiawan, SH saat berorasi dari atas mobil komandonya pada, Senin (4/8).

"Aksi gembok pagar ini sebagai simbol kalau KPU telah melakukan kecurangan dalam demokrasi Indonesia," ujar, Guntur Setiawan, Senin (4/8).

Selain aksi gembok pagar, seratusan masa demonstran juga membentangkan big banner bergambar ketua KPU Husni Kamil Manik dengan wajah yang menyeramkan di depan pagar gedung KPU serta memegang bendera kuning. Bendera ini sebagai simbol bahwa KPU telah mematikan demokrasi Indonesia. Akibat demo ini jalur lambat di depan kantor KPU mengalami kemacetan.(coy/bhc/mnd)



 
   Berita Terkait > Pemilu 2014
 
  Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
  3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
  Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
  NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
  Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2