Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
HIPMI
Era Jokowi, Ketimpangan Industri Masih Menganga
2016-04-04 07:14:55
 

Ilustrasi. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil Lahadalia.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintahan Jokowi-JK belum berhasil merealisasikan pemerataan industri. Alhasil kesenjangan masih lebar.

"Penting dilakukan pemerataan industrialisasi di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, industri di Papua hanya 2 persen, Sulawesi 4 persen, Kalimantan 6 persen, NTT dan NTB hanya 4-5 persen, Sumatera 23 persen. Nah yang terbesar tetap di Pulau Jawa," papar Bahlil dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (2/4).

Bahlil pun mengkritisi pembangunan infrastruktur yang saat ini, gencar-gencarnya dilakukan pemerintahan Joko Widodo.

Sayangnya, program mulia ini tak mengacu kepada pemerataan industri.

"Infrastruktur dibangun itu bagus, tapi tidak ada jaminan bakal meningkatkan industri di wilayah tersebut," papar Bahlil.

Mengutip laman Kemenperin.go.id, pemerintah menargetkan rencana induk pembangunan industri, berupa pemerataan tercapai pada 2035. Di mana, Kemenperin menargetkan industri di Jawa sebesar 60%, dan luar Jawa 40% dalam beberapa tahun ke depan.

Percepatan penyebaran dan pemerataan pembangunan industri, dilakukan dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya pusat pertumbuhan industri baru. "Konsep Kemenperin ini sudah bagus. Tetapi, semua menjadi tidak bagus, karena tidak ada eksekusi," tandas Bahlil.(ipe/inilah/bh/sya)



 
   Berita Terkait > HIPMI
 
  Era Jokowi, Ketimpangan Industri Masih Menganga
  Forum Dialog HIPMI: Masih Adakah Peluang Usaha dan Solusinya?
  Bahlil Lahadalia dari Sopir Angkot Jadi Ketum HIPMI
  Bahlil Deklarasi Caketum BPP HIPMI: Dari Daerah untuk Indonesia, Buka Jalan untuk Semua
  Caketum HIPMI, Bahlil: 4 Kiat Jadi Pengusaha Tangguh
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2