Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
UU ITE
Fahri Hamzah: Ada yang Dimaafkan tapi Sebagian Dipenjara Itu Tidak Indah
2022-09-16 09:30:05
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Fahri Hamzah membuat twit soal pemaafan. Menurut dia, akan indah kalau saja maaf diberikan kepada semua yang dianggap pernah salah. Tetapi tidak begitu dalam praktiknya.

"Seandainya semua dimaafkan tentu akan indah. Tapi jika yg dimaafkan sebagian dan sebagian dipenjara tentu tidak indah. #JumatBerkah," cuit mantan wakil ketua DPR tersebut, Jumat (16/9) pagi.

Twit Fahri dibuat selang beberapa lama setelah pegiat sosial Eko Kuntadhi menyampaikan permintaan maaf kepada Ustazah Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz. Seperti diketahui, Eko Kuntadhi membubuhkan komentar pada potongan video pernyataan Ning Imaz berkaitan dengan masalah agama.

Tidak hanya kasar, kata-kata yang disematkan Eko Kuntadhi juga dianggap jorok. Lantaran sikapnya terhadap putri pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri itu, Eko diprotes banyak orang, terutama dari kalangan NU.

Eko pun bergegas meminta maaf dengan menemui langsung Ning Imaz di Kediri. Secara pribadi, Ning Imaz menyatakan telah memaafkan Eko.

Tetapi kemarahan masyaralat terlanjur meluas karena Eko dianggap melukai hati umat Islam, bukan hanya Ning Imaz atau keluarga Ponpes Lirboyo. Tak heran banyak yang mendesak agar Eko diproses secara hukum, sama dengan perlakuan terhadap Edy Mulyadi misalnya. Kendati telah meminta maaf lantaran dianggap menghina orang Kalimantan, dia tetap diproses hukum. Edy ditahan dan diadli.

Eko selama ini memang dikenal sebagai bagian dari kelompok pegiat media sosial pro-pemerintah, atau Jokowi secara spesifik. Sementara Edy yang juga aktif di youtube dikenal berada di barisan kelompok oposisi pemerintah.

Sebagaimana diketahui, Cuitan Eko Kuntadhi yang menghina Ustazah Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo disebut mengganggu hubungan Ganjar Pranowo dan warga Nahdlatul Ulama (NU).

Cuitan ini sempat memantik reaksi keras sejumlah Nahdliyin. Sebelumnya, Eko Kuntadhi menjabat sebagai Ketua Umum Kornas Ganjarist. Gegara kegaduhan yang ditimbulkannya, Eko Kuntadhi memutuskan mundur dari jabatannya.

Cuitan Eko Kuntadhi itu berawal dari video yang menampilkan Ning Imaz saat membagikan ilmunya. Dalam video tersebut, Ning Imaz sejatinya menjelaskan soal tafsir Surat Ali Imran ayat 14. Lalu, Eko men-twit, "Jadi bidadari itu bukan perempuan?". Dia juga mengunggah video Ning Imaz dengan menambahkan kata-kata tak pantas. "Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan" cuit Eko pada Selasa (13/9).

Sontak saja, cuitan Eko tersebut menuai protes dari banyak netizen yang mengaku Nahdliyin.(Sindonews/bh/sya)



 
   Berita Terkait > UU ITE
 
  Pengacara Gubernur Papua Dilaporkan ke Badan Intelijen Negara dan Polri terkait Berita Hoax
  Fahri Hamzah: Ada yang Dimaafkan tapi Sebagian Dipenjara Itu Tidak Indah
  Roy Suryo, Tersangka Kasus Ujaran Kebencian 'Stupa Mirip Jokowi' Resmi Ditahan Polisi
  Prof. Suteki: Status Facebook Rektor ITK Berbahaya, Memecah Belah Anak Bangsa
  Merasa Terintimidasi, Bekas Selingkuhan Berpesan Pada Istri AH
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

Heboh Video! Antrian Panjang di SPBU Kota Manna Bengkulu Selatan, BBM Langka?

Tarif Ojol Naik, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Tidak Memahami Kesulitan Hidup Rakyat

Pemerintah Umumkan Harga BBM Pertalite Naik dari Rp 7.650 Menjadi Rp 10.000

 

ads2

  Berita Terkini
 
Di P20, DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi Lewat Konsep Go Green

Satgas BLBI Harus Tagih Dana BLBI Rp110,4 Triliun

Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam

Putri Candrawathi, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Akhirnya Ditahan

Syarifuddin Sebut OTT Momentum Perbaiki Performa Lembaga Peradilan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2