Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kejari Samarinda
Gelapkan Uang dan Barang Jaminan Rp 1,1 Milyar, Tersangka RJ Pegawai PT Pegadaian Samarinda di Ditahan Kejaksaan
2023-01-26 22:49:34
 

Tersangka RJ digiring Tim Pidsus Kejaksaan menuju ke mobil tahanan, Kamis (26/1).(Foto: Istimewa)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Setelah melakukan pemeriksaan intensi terhadap dugaan kasus penggelapan barang jaminan gadaian dan uang tebusan gadian senilai Rp 1,1 milyar lebih, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Samarinda akhirnya menahan RJ (36) sebagai pegawai PT. Pegadaian Cabang Samarinda pada, Kamis (26/1/2023).

Pantauan pewarta BeritaHUKUM di Kantor Kejaksaan Negeri Samarinda pada, Kamis (26/1) sekitar pukul 15.50 Wita, tersangka RJ (36) dengan mengenakan celana hitam dan baju krem menggendong tas ranselnya di punggung, digiring tim Pidsus keluar dari gedung Kejaksaan nenuju ke mobil tahanan Kejaksaan, sebelum memasuki mobil tahanan tersang RJ berpamitan dengan istrinya serta memeluknya sebelum menaiki mobil tahanan yang membawa dan dijebloskan ke rumah tahanan di Samarinda.

Berdasarkan rilis dari Kasi Intel Kejari Samarinda yang diterima pewarta, Kamis (26/1) malam, dikatakan bahwa Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Samarinda telah melakukan pemeriksaan tersangka terhadap perkara korupsi PT. Pegadaian, Kota Samarinda dengan inisial RJ.

Bahwa Tersangka RJ diketahui pada kurun waktu antara tahun 2016 - 2021 yang merupakan Pegawai PT. Pegadaian (Persero) CP. Samarinda dengan jabatan sebagai Penaksir, tersangka RJ telah melakukan fraud berupa penggelapan barang jaminan berupa Logam Mulia (LM) dan uang tahan pelunasan LM Produk "Mulia Ultimate"; LM Produk "Konsinyasi Galeri 24 PT. Pegadaian" dan LM Produk "Jasa Titip Manual" pada Kantor PT. Pegadaian (Persero) CP. Samarinda, terang Mohamad Mahdi, SH, M.H, dalam rilisnya.

"Bahwa tersangka RJ tidak menginformasikan dan memberikan uang tarif jasa titipan kepada Kasir cabang dengan alasan bekerja pada shift malam pelayanan cabang hanya seorang diri," ujar Jaksa Mahdi.

Adapun kerugian yang disebabkan oleh tersangka RJ berdasarkan perhitungan BPKP Kalimantan Timur adalah sebesar Rp. 1.161.986.188,-, jelas Mahdi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat melanggar pasal 2 dan pasal 3, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tersangka RJ selanjutnya ditahan di Rutan BNN Kaltim selama 20 hari ke depan untuk penyidikan lebih lanjut, tegas Mohammad Mahdi, Kasi Intel Kejari Samarinda.(bh/gaj)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Inilah 10 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Rugikan Negara Ratusan Triliun Rupiah

Buruh Tolak Tapera, Khawatir Dana Iuran Dikorup

6 General Manager UBPP LM PT Antam periode 2010-2021 Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas 109 Ton

Jaksa Agung: Kerugian Negara Kasus Dugaan Korupsi Timah Tembus Rp 300 Triliun

 

ads2

  Berita Terkini
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini

Inilah 10 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia, Rugikan Negara Ratusan Triliun Rupiah

Buruh Tolak Tapera, Khawatir Dana Iuran Dikorup

Kepala Otorita IKN Mendadak Mundur Jelang Upacara 17 Agustus

6 General Manager UBPP LM PT Antam periode 2010-2021 Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas 109 Ton

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2