Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Pencemaran Nama Baik
Hary Tanoesoedibjo Laporkan Kajagung ke Mabes Polri
2016-02-05 19:18:10
 

Ilustrasi. Hary Tanoesoedibjo.(Foto: dok.BH)
 
JAKARTA, Berita Hukum - Hary Tanoesoedibjo melapor balik Jaksa Agung HM Prasetyo dan Ketua Tim penyidik tindak pidana korupsi Kejagung Yulianto ke Mabes Polri, Jumat (5/2).

Hary Tanoesoedibjo didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea. Prasetyo dan Yulianto dilaporkan terkait pencemaran nama baik, fitnah dan memberikan keterangan palsu.

"Saya datang ke sini untuk melaporkan Jaksa Agung HM Prasetyo dan Yulianto dengan tuduhan pencemaran nama baik, kalau saya katanya mengancam," kata Hary Tanoe di Mabes Polri.

Dua laporan polisi, pertama LP/134/II/2016/Bareskrim, pelapor yakni Harry Tanoesoedibjo melaporkan terlapor Kasubdit Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejagung Yulianto atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, keterangan palsu, fitnah sebagaimana dimaksud dalam pasal 310, 311 KUHP atau pasal 27 ayat 3 UU no 11 tahun 2008 tentang ITE.

Kedua, LP/135/II/2016/Bareskrim atas pelapor Hary Tanoesoedibjo yang melaporkan terlapor HM Prasetyo, Jaksa Agung RI atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, keterangan palsu, fitnah sebagaimana dimaksud dalam pasal 310, 311 KUHP atau pasal 27 ayat 3 UU no 11 tahun 2008 tentang ITE.

Hary Tanoesoedibjo membantah telah melakukan ancaman seperti yang dituduhkan terlapor.

"Intinya saya sangat menyesalkan karena saya dilaporkan dan diberitakan mengancam. Padahal kan saya tidak mengancam?," ujarnya

Hary Tanoesoedibjo menjelaskan, dirinya terjun kepolitik salah satu tujuannya adalah untuk membenahi hukum

Sebelumnya, Yulianto melapor Hary Tanoesoedibjo ke Mabes Polri pada Kamis (28/1). Dalam laporannya, Yulianto mengaku mendapat ancaman lewat SMS, karena mengusut kasus dugaan korupsi PT Mobile 8 terkait kasus restitusi pajak Mobile 8 (Smartfren) tahun 2007 yang menyeret nama Hary Tanoesoedibjo.(bh/as)



 
   Berita Terkait > Pencemaran Nama Baik
 
  Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
  Diduga Lalai, Pengusaha Muda Laporkan sebuah Bank Pemerintah ke Polisi
  Kasus Denny Siregar, Kapolda Jabar: Saya Baru Dengar dari Wartawan
  Ustadz Maheer Ditangkap, Tengku Zulkarnain Tanya Soal Penghina Habib Rizieq
  Hina Marga Silaban, Pemilik Akun Facebook Tiger Wong Dipolisikan
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2