Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pemilu 2014
Hashim Djojohadikusumo: Demokrasi dalam Bahaya Jika Ada Pihak yang Tidak Bisa Terima Kekalahan
Tuesday 15 Jul 2014 22:54:14
 

Ilustrasi. Suasana saat deklarasi Koalisi Merah Putih komitmen kerjasama permanen 7 partai pemenang Capres Prabowo-Hatta di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (14/7).(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Adik kandung Calon Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo menyatakan bahwa demokrasi Indonesia berada dalam bahaya jika ada pihak yang tidak bisa menerima kekalahan dalam Pilpres kali ini.

“Prabowo telah menyatakan berulang kali bahwa, apapun keputusan dari lembaga negara baik KPU ataupun MK, maka ia akan menerima keputusan tersebut dengan baik. Prabowo akan terima apapun keputusan dari rakyat. Justru saya belum mendengar pernyataan seperti itu dari pihak Jokowi – JK.” tutur Hashim

Hashim menyatakan bahwa, ia sering mendengar isu mengenai tindak kecurangan yang dilakukan oleh tim Prabowo – Hatta, “Justru kami menemukan sebanyak 250 ribu nama fiktif dalam daftar pemilih di DKI yang diduga berasal dari luar kota. Pemilih fiktif ini diduga memilih pasangan nomor dua. Temuan ini telah kami laporkan kepada KPU dan Bawaslu untuk ditindaklanjuti.”

Sekretaris Timkamnas Prabowo – Hatta, Fadli Zon dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa, temuan pemilih fiktif juga ditemukan di daerah lainnya seperti Jawa Tengah, “Selain itu ada juga tuduhan bahwa formulir C1 yang menjadi data kami dalam penghitungan real count adalah C1 yang palsu, kami menjamin sepenuhnya bahwa C1 yang kami pegang adalah asli. Bahkan kami siap mengadu data jika memang diperlukan. Yang jelas berdasarkan data yang kami miliki, kami optimis bahwa Prabowo – Hatta akan memenangkan Pilpres untuk memimpin Indonesia lima tahun kedepan.”

Kuasa hukum tim Prabowo – Hatta, Mahendradatta menyebutkan bahwa, ada upaya dari pihak lawan untuk memojokkan Prabowo – Hatta, “Ada upaya untuk dari pihak lawan untuk melakukan kecurangan dengan menuduh kami berbuat curang. Cara seperti ini sering terjadi di negara lain. Kami mengajak semua pihak untuk berhenti menjelek-jelekkan satu sama lain, karena apapun tuduhan yang dilancarkan tidak akan mengubah hasil Pemilu yang telah dilaksanakan pada 9 Juli kemarin.”(pgr/mega/ph/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Pemilu 2014
 
  Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
  3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
  Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
  NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
  Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2