Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Singkong
Indonesia Impor Singkong dari Vietnam dan Italia, Gerindra: Ini Sangat Memalukan!
2016-04-25 19:29:43
 

Ilustrasi. Massa Partai Gerindra sedang melakukan aksi demontrasi dengan membawa bendera partai Gerindra di Jakarta.(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia saat ini masih mengimpor ubi kayu atau singkong. Impor singkong pada Maret 2016 mencapai 987,5 ton. Impor singkong mayoritas didatangkan dari Vietnam.

Melihat fenomena ini, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Moekhlas Sidik mengkritik keras langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, kebijakan impor singkong yang dilakukan saat ini adalah bentuk ketidakseriusan pemerintah dalam menguatkan ketahanan pangan nasional.

"Padahal, Presiden Jokowi berjanji akan melakukan swasembada dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Tapi nyatanya, saat ini singkong saja masih impor. Ini sangat memalukan, Indonesia yang tanahnya subur dan luas tapi harus impor singkong dari negara seperti Vietnam dan Italia," kata Moekhlas di Jakarta, Senin (25/4).

Moekhlas menjelaskan, jika saja pemerintah mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan para petani maka impor singkong ini tidak akan terjadi. Apalagi diawal pemerintahan, Presiden Jokowi mengkampanyekan untuk menghemat anggaran makan rapat di kantor pemerintahan dengan mengganti menu singkong.

"Impor ini mengganggu konsistensi pemerintah yang katanya bisa menghemat anggaran makan rapat dengan mengganti menu singkong. Satu sisi berhemat, tapi di saat yang sama anggaran bocor untuk impor singkong," sesal Moekhlas.

Karena itu Moekhlas berharap agar pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla bisa lebih serius dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Sehingga, kedepannya dapat menstimulasi hasil pertanian nasional untuk di ekspor ke luar negeri.

"Partai Gerindra akan terus mengawasi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat," tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data BPS, Pemerintah Indonesia melakukan Impor singkong pada Maret 2016 mencapai 987,5 ton. Singkong tersebut secara keseluruhan berasal dari Vietnam.

Sementara pada bulan sebelumnya (Februari 2016), singkong impor juga masuk sebesar 240,5 yang mana singkong tersebut berasal dari Italia. Bila diakumulasi dalam tiga bulan pertama di 2016, maka impor singkong mencapai 1.228 ton.(gmc/ari/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2