JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, bahwa laju inflasi pada bulam Mei 2012 tercatat 0,07% dengan Indeks Harga Konsumen 131,41. Angka ini lebih rendah dari laju inflasi Mei 2011 sebesar 0,12%, atau Mei 2010 sebesar 0,29%.
Dari 66 kota IHK, menurut BPS, 37 kota mengalami inflasi, dan 29 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebanyak 0,93% dengan IHK 142,11, terendah di Balikpapan sebanyak 0,04% dengan IHK 139,17. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,15% dengan IHK 143,31, dan terendah di Bogor 0,03% dengan IHK 130,35.
Menurut BPS, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok makanan jadi, minuman, dan rokok, dan tembakau sebesar 0,40%; kelompok perumahan, listrik, air, gas, dan bahan bakar sebesar 0,18%; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02%, dan kelompok, transport, jasa keuangan sebesar 0,07%.
Dengan konstribusi inflasi 0,07% pada bulan Mei 2012 ini, maka laju inflasi dari bulan Januari hingga Mei 2012 tercatat sebesar 1,15%, dan laju inflasi year on year (Mei 2012 terhadap Mei 2011) tercatat 4,45%.
Ekspor Turun
Badan Pusat Statistik juga mencatat bahwa nilai ekspor Indonesia pada bulan Apriln 2012 mencapai 15,98 miliar dollar AS atau turun 7,36% dibanding nilai ekspor pada bulan Maret 2012. Sementara jika dibandingkan nilai ekspor pada April 2011, penurunan tercatat mencapai 3,46%.
Penurunan nilai ekspor Indonesia pada April 2012 disebabkan oleh menurunnya ekspor non migas Indonesia sebesar 8,33%, yaitu dari 13,76 miliar dollar AS menjadi 12,62 miliar dollar AS. Demikian juga ekspor migas turun 3,56%, dari 3,486 miliar dollar AS menjadi 3,362 miliar dollar AS.
Meski demikian secara keseluruhan nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari – April 2012 tercatat 64,50 miliar dollar AS, atau meningkat 4,13% dibanding periode yang sama 2011. Sementara ekspor non migas secara keseluruhan (Januari – April 2012) tercatat 51,15 miliar dollar AS, atau naik 2,25%.
Pasar ekspor terbesar Indonesia pada April 2012 adalah Cina sebesar 2,05 miliar dollar AS, disusul Jepang sebanyak 1,22 miliar dollar AS, dan India sebesar 1,21 miliar dollar AS. Ketiga negara ini menyumbang 35,43% dari keseluruhan pendapatan ekspor, sementara adapun nilai impor Indonesia sepanjang April 2012, menurut data BPS, tercatat 16,62 miliar dollar AS atau naik 1,82% dibanding nilai impor Maret 2012.
Sedangkan dibanding impor pada bulan April 2011 tercatat naik 11,65%. Secara keseluruhan nilai impor Januari – April 2012 adalah 62,37 miliar dollar AS atau naik 16,18% dibanding periode yang sama tahun 2011 sebesar 53,68 miliar dollar AS. (bhc/es/rt)
|