Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Polri
Ini Alasan Anggota Komisi III DPR Sebut Kapolri Perlu Dinonaktifkan terkait Penanganan Kasus Brigadir J
2022-08-23 09:39:07
 

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Benny K Harman saat mengikuti rapat dengar pendapat bahas kasus Brigadir J. (Foto: Tangkapan layar akun resmi YouTube DPR RI)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Benny K Harman menyebut, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mestinya dinonaktifkan sementara terkait penanganan kasus pembunuhan Brigadir Polisi (Brigpol) Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Disebutkan Benny K Harman, penonaktifan itu perlu demi obyektivitas dan transparansi penanganan kasus tersebut.

"Semestinya Kapolri diberhentikan sementara," kata Benny K Harman dikutip dari akun YouTube DPR RI, Senin (22/8).

Bahkan dia mengusulkan Menkopolhukam Mahfud MD menggantikan posisi Kapolri untuk pengusutan tuntas kasus pembunuhan Brigadir J.

"Diambil alih oleh Menkopolhukam untuk menangani kasus ini, supaya objektif dan transparan," ujar Benny K Harman dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), yang membahas soal kasus pembunuhan Brigadir J, di kompleks DPR RI, Senayan, Senin (22/8).

Selain itu Benny K Harman juga menyoroti soal kerja polisi dalam memberikan informasi dan keterangan terkait pengungkapan kasus tersebut yang dinilai menyesatkan publik.

"Polisi kasih keterangan kepada publik, publik kita ditipu, juga kita dibohongi," cetus Benny K Harman.

Diketahui, dalam kasus pembunuhan Brigadir J Polri telah menjerat 5 orang tersangka. Yakni mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo (Aktor Utama), Bharada E, Brigadir RR, K, dan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Para tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman penjara maksimal hukuman mati.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Polri
 
  HUT Lalu Lintas Polri ke-67, Kapolri Listyo Sigit Luncurkan Program Prioritas E-TLE Nasional
  Banding PTDH Ditolak, Ferdy Sambo Resmi Dipecat dari Polri
  Eks Kapolres Bandara Soetta Kombes Edwin Hatorangan Hariandja Di-PTDH dari Polri
  Ini Alasan Anggota Komisi III DPR Sebut Kapolri Perlu Dinonaktifkan terkait Penanganan Kasus Brigadir J
  Polri Jerat Putri Candrawathi Pasal 340 KUHP
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

Heboh Video! Antrian Panjang di SPBU Kota Manna Bengkulu Selatan, BBM Langka?

Tarif Ojol Naik, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Tidak Memahami Kesulitan Hidup Rakyat

Pemerintah Umumkan Harga BBM Pertalite Naik dari Rp 7.650 Menjadi Rp 10.000

 

ads2

  Berita Terkini
 
Firli Bahuri: Bahaya Laten Korupsi Harus Diberantas Sampai ke Akarnya

Di P20, DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi Lewat Konsep Go Green

Satgas BLBI Harus Tagih Dana BLBI Rp110,4 Triliun

Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam

Putri Candrawathi, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Akhirnya Ditahan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2