Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Iwan Fals
Iwan Fals: Pertemuan dengan Jokowi Bukan Dukung-mendukung Politik
Saturday 05 Apr 2014 02:51:24
 

Joko Widodo Gubernur DKI Jakarta sekaligus bakal calon presiden dari PDI Perjuangan kunjungi kediaman Iwan Fals.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Musisi Top legendaris Virgiawan Listanto alias Iwan Fals menyebut pertemuannya dengan Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta sekaligus bakal calon Presiden dari PDI Perjuangan, merupakan pertemuan dua sahabat lama. Dia menolak jika kunjungan itu dikaitkan dengan aksi dukung-mendukung politik.

"Saya mendoakan semoga dia (Jokowi) selalu sehat, apalagi mau bertanding ini kan. Yang penting jujur, sportif. Tapi saya tidak mau mengatakan dukung-mendukung karena nanti disangka berpihak," kata Iwan, sesudah menjamu Jokowi di rumahnya di Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (3/4) malam.

Meski demikian, Iwan mengaku bangga punya teman berprestasi seperti Jokowi, sebagaimana Jokowi pun menurut dia mengapresiasi lagu-lagu karyanya. Namun, dia menegaskan untuk tak mau terlibat kampanye politik pihak mana pun.

"Harapan politik, saya ada. Saya akan serius mencoblos yang saya anggap terbaik buat saya, tapi saya tidak berani ngomong, termasuk ke istri saya."

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Jokowi, Iwan mengatakan sudah mengenal lama Jokowi, tepatnya saat Jokowi menjadi Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah. "Saya pernah ditraktir naik kereta. Kami juga nanam pohon di taman," ujar dia.

Iwan bertutur, saat menanam pohon tersebut, Jokowi bercerita bahwa lahan taman tersebut sebelumnya adalah tempat berdagang pedagang kaki lima. "Saya heran. Saya tanya, 'memang tidak ada protes?' Terus dia bilang kalau ada protes, ya (PKL-nya) diundang makan saja, selesai. Ngundang makannya sampai 54 kali," tutur Iwan.

"Saya bukan pemilik OI, saya tidak punya apa-apa. Saya hanya satu dari 300 pendiri OI," kata Iwan. "Saya pernah ikut pemilu di OI, dan saya kalah. Waktu itu suara saya cuma satu," imbuh dia di hadapan Jokowi.

Iwan menyebutkan, politisi selain Jokowi yang pernah datang ke rumahnya di Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, antara lain Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan; mantan Menteri Kehutanan, MS Kaban; mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault; dan mantan Ketua MPR, Amien Rais.

Menanggapi hal itu, Jokowi mengatakan bahwa kedatangannya ke rumah Iwan adalah silaturahim biasa. Dia mengatakan sudah lama saling kenal dengan Iwan, yaitu sejak Jokowi menjadi Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah.

"Ini bukan pertemuan politik. Mas Iwan sudah lama kenal dengan saya sejak di Solo. Jadi, jangan dikait-kaitkan dengan masalah politik," ucap Jokowi.

Jokowi datang ke rumah Iwan atas prakarsa Sekretariat Nasional Pendukung Jokowi dan komunitas seni Empu Baheula. Dia didampingi Ketua MPR dan politisi senior PDI-P, Sidarto Danusubroto. Selain itu, ada pula politisi lain dari PDI-P, antara lain Eva Kusuma Sundari, serta sejumlah relawan Seknas Jokowi.

Sementara, Iwan Fals pria kelahiran Jakarta tahun 1961, yang pada tahun 2002 majalah Time menamainya sebagai Pahlawan Besar Asia, pada akun media sosial twitternya NYANYIAN RAYA @iwanfals menulis:

"Wiih Pak Jokowi datang kerumah."

"Terimakasih untuk hari ini."

"Didoakanlah siapa saja yg memimpin nanti Indonesia menjadi lebih baik lagi. Pagiii...".(kompas/dbs/bhc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

Istana Dukung Kejagung Bersih-bersih di Pertamina: Akan Ada Kekagetan

Megawati Soekarnoputri: Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Tunda Dulu Retreat di Magelang

 

ads2

  Berita Terkini
 
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan

Kasus Korupsi PT BKS, Kejati Kaltim Sita Rp2,5 Milyar dari Tersangka SR

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

10 Ribu Buruh Sritex Kena PHK, Mintarsih Ungkap Mental Masyarakat Terguncang

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2