Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Pilpres
KPU Bantah Enggan Tandatangani Pakta Integritas
 

Logo KPU (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah tudingan Koalisi Mandiri untuk Pemilu Demokratis yang mengatakan jika KPU tidak mau mendandatangani Pakta Integritas yang diajukan oleh mereka beberapa waktu lalu.

“Tidak betul jika kami enggan menandatangani, saat ini kami sedang menyiapkan dokumennya. Memang banyak hal lain juga penting untuk kami selesaikan saat ini. Tapi kami akan menandatangani Pakta Integritas,” ujar Anggota KPU Hadar Nafis Gumay saat dihubungi, Minggu (6/5).

Ia menambahkan, KPU merasa keberatan dengan satu poin yang diajukan dalam pakta integritas mengenai penyelenggaraan Pemilu dengan pihak asing. Dirinya menjelaskan hal tersebut lumrah dilakukan selama kemandirian KPU terjaga.

“Kalau poin itu iya. Kerjasama dengan pihak asing menurut kami tidak ada masalah sejauh kemandirian kita tetap terjaga. Kerjasama dengan pihak asing kita yang mengontrol dan memanfaatkan mereka untuk kebaikan Pemilu kita,” jelas bekas Direktur eksekutif Cetro ini.

Lebih lanjut Hadar menegaskan, dalam dua minggu lagi pihak KPU akan segera menandatangani Pakta Integritas yang diajukan oleh Koalisi Mandiri untuk Pemilu demokratis.

“Seperti yang saya katakana tadi, kita sudah siapkan dokumennya, insya Allah 2 minggu lagi kita tandatangani,” pungkasnya.

Sebelumnya Koalisi Mandiri untuk Pemilu Demokratis yang digalang oleh beberapa LSM pemantau pemilu menyayangkan sikap KPU yang hingga saat ini belum menandatangani pakta intergritas yang diajukan oleh koalisi tersebut pada 19 Mei 2012.

“Sudah sekitar dua minggu lebih kami memberikan pakta integritas tersebut untuk dipelajari dan ditandatangani KPU, namun hingga saat ini belum juga ada jawaban yang jelas,” ujar salah satu anggota Koalisi Mandiri, Ray Rangkuti.

Koalisi Mandiri ini terdiri dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Kajian Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) dan Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Lingkar Madani (LIMA). (bhc/nag)



 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
  Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
  Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
  Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
  Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
ads1

  Berita Utama
Sebut Tindakan Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Tual Diluar Perikemanusiaan, Yusril: Harus Diproses Etik dan Pidana

Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sebut Tindakan Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Tual Diluar Perikemanusiaan, Yusril: Harus Diproses Etik dan Pidana

Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2