Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Kejaksaan Agung
Kejaksaan Sosialisasi ZI Menuju WBK dan WBBM
2021-04-21 02:40:45
 

Wakil Jaksa Agung yang juga Ketua Tim Pengarah Reformasi Birokrasi Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Jaksa Agung yang juga Ketua Tim Pengarah Reformasi Birokrasi Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi memberikan pengarahan kepada para Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan para Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) seluruh Indonesia dalam acara Sosialisasi dan Internalisasi Pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di ruang kerjanya di Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Kebayoran Baru, Jakarta selatan, Selasa (20/4).

Dalam sosialisasi yang dilakukan Untung melalui aplikasi Zoom Meeting ini, dengan tegas Dia mengingatkan kepada para Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia, agar mulai melaksanakan Program Nasional Reformasi Birokrasi yang telah berlangsung sejak tahun 2008 silam.

"Melalui Reformasi Birokrasi ini, diharapkan akan tercipta organisasi Kejaksaan yang modern, yang lebih mengutamakan pelayanan publik dalam penegakan hukum melalui pembenahan sistem yang meliputi 6 area perubahan, yaitu pembenahan aspek Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen, Akuntabilitas, Pengawasan dan Pelayanan Publik, serta yang tidak kalah pentingnya adalah akan diperoleh implementasi birokrasi yang menggambarkan proses demokratisasi, efektivitas dan efisiensi birokrasi, transparansi dan akuntabilitas, serta bertanggung jawab dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," ujarnya.

Untung yang juga Ketua Umum PJI ini menjelaskan bahwa program ZI menuju WBK dan WBBM ini, sangat penting dibangun. Karena masyarakat sangat menginginkan sebuah kualitas pelayanan publik yang bersih, tidak ada pungutan liar (pungli).

Sehingga dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance, maka tentu saja penyelenggaraan pelayanan publik akan semakin berkualitas, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang dilakukan oleh Kejaksaan dan akan menumbuh kembangkan kepercayaan publik kepada Kejaksaan.

Kajati Sulsel

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Raden Febrytriyanto mengucapkan puji dan syukur atas pengarahan Wakil Jaksa Agung dan Jamwas. Karena dapat menjadi motivasi kami untuk menjadi lebih semangat lagi.

"Sangat memberi pencerahan, semangat dan motivasi kepada seluruh satker baik Kejati dan Kejari untuk memperoleh predikat WBK dan WBBM. Serta untuk mempertahankan predikat WBBM, yang pada akhirnya terbangun kepercayaan masyarakat kepada institusi Kejaksaan," ujar Raden Febrytriyanto kepada pewarta BeritaHUKUM.com via Whatsapp pada Selasa (20/4) malam.

Menurut Febry biasa dia disapa menyatakan bahwa pihaknya saat ini di Kejati Sulsel sudah berhasil memperoleh WBK pada tahun 2019 dan WBBM tahun 2020. Oleh karena itu, kami mempunyai beban agar dapat mempertahankan predikat tersebut, dengan cara tetap bersemangat, berkomitmen dan menciptakan inovasi baru

"Saya tetap optimis, dapat mempertahankan predikat WBK dan WBBM tersebut. Walaupun beban untuk mempertahankan itu tidak mudah, tetapi ada cara yang Saya lakukan dan terapkan, yaitu tetap bersemangat, berkomitmen dan menciptakan inovasi baru dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat yang prima," katanya.

Selain itu, dibawah komando Febry selaku orang nomor satu di Kajati Sulsel ini, pihaknya terus mendorong dan memberikan motivasi agar Satker atau Kejari yang berbeda diwilayah Sulsel tersebit dapat meraih Zona Integritas dengan predikat WBK dan WBBM.

Sinjai

Senada dengan Pimpinannya, Kejari Sinjai Adjie Prasetya menyatakan sebagai satker didaerah yang sedang mencanangkan ZI menuju WBK dan WBBM tersebut mengungkapkan terimakasih, dengan diadakannya acara sosialisasi ini.

"Saya ucapkan terimakasih, dengan diadakannya sosialisasi ini. Karena disamping memberikan asistensi juga memberikan spirit untuk keberhasilan satker didaerah dalam rangka mengikuti ZI yang bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Adjie juga memiliki strategi agar bisa meraih predikat WBK dan WBBM tersebut. Misalnya untuk internal, Dia akan melakukan konsolidasi secara intensif bersama-sama dengan seluruh pegawai, agar berkomitmen membangun ZI, dan meningkatkan kinerja, tentunya dengan pedoman pada 6 area perubahan itu.

"Sedangkan untuk eksternal, saya akan meningkatkan sinergi antar stakeholder, dengan melakukan penegakan hukum yang profesional serta lebih mendekatkan diri kepada masy melalui program-program andalan," ungkapnya.

Kajati Papua

Sedangkan Asintel Kajati Papua Achmad Muhdhor menyatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan Wakil Jaksa Agung tersebut sangat bagus. Karena dapat memotivasi serta mengingatkan komitmen semua pihak, biar ingat dan terus semangat.

"Sangat bagus, karena mengingatkan komitmen kita semua. Karena ada juga strategi yang harus dilakukan bisa sukses meraih predikat WBK dan WBBM tersebut," ujarnya seraya mengatakan untuk strategi itu, Pak Waja memang punya pengalaman untuk itu dan hasilnya juga sudah terbukti, sukses.

"Saya tinggal inventaris apa potensi yang ada disini. Lalu kita dikembangkan untuk inovasi di luar standar tugas dari pusat yang memang harus disempurnakan," jelasnya.

Menurut Kasi Intelijen tersebut saat ini pihaknya masih dalam tahap inventaris dan membuat inovasi apa saja yang bisa kami buat. Tentunya tak lepas dari pada kearifan lokal yang ada disini.

"Kami masih inventaris dan membuat inovasi berdasarkan kearifan lokal. Karena tiap masyarakat kan punya typologi sendiri dan berbeda-beda," tandasnya.

JAWARA

Sedangkan Kajari Cimahi M.N Ingratubun SH MH menyatakan optimis dan bertekad untuk menjalankan program ZI agar dapat meraih predikat WBK dan WBBM di Kajari Cimahi. Karena pihaknya juga sangat mendukung program para pimpinannya, agar Kejaksaan menjadi lebih baik lagi kedepannya.

"Saya bertekad tahun ini Kejari Cimahi bisa meraih predikat WBK dan WBBM, agar Kejaksaan menjadi lebih baik lagi. Karena sesuai Motto Kejari Cimahi JAWARA yang artinya Kejaksaan Berwibawa dan Bermasyarakat," ujarnya via Whatsapp.

Menurut Noe biasa dia disapa mengungkapkan bahwa motto tersebut dibuatnya, sebagai salah satu inovasi dan bukti kongkrit terkait keseriusan untuk program ZI.

"Saya membuat JAWARA, tentunya agar saling berkaitan dan tak lepas daripada pedoman 6 area perubahan itu. Karena saya bertekad agar Kajari Cimahi yang berada di Jawa Barat ini, bisa meraih predikat WBK dan WBBM," ungkapnya.

Kejari di Kepulauan

Sedangkan menurut Kajari Seram Bagian Barat Sugih Carvalo, terkait pengarahan yang disosialisasikan Waja tersebut, pihaknya yang berada didaerah Kepulauan Maluku tersebut menjadi termotivasi. Karena arahan Waja itu membuka pola pikir dan etos kerja bagi seluruh pegawai untuk membangun ZI menuju WBK dan WBBM di Kejari Seram Bagian Barat ini.

"Saya bertekad untuk meraih predikat WBK dan WBBM tersebut, dengan memberikan pelayanan dalam bentuk penegak hukum kepada masyarakat. Karena dengan lebih mendekatkan peran Kejaksaan kepada masyarakat, otomatis para pencari keadilan bisa lebih mudah untuk itu," ujarnya.

Selain memudahkan masyarakat, khususnya para pencari keadilan, imbuh Sugi pihaknya juga membuat inovasi agar dapat bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat.

"Saya selaku Kajari mengucapkan terima kasih atas dukungan pimpinan. Semoga tekad kami bisa terwujud dan berhasil meraih Predikat WBK serta WBBM itu, Aamin," imbuhnya.

Selain itu, Sugih Carvalo juga memiliki strategi tersendiri untuk memberikan keyakinan dan kepercayaan diri kepada seluruh pegawai untuk mengembangkan program unggulan masing-masing seksi dalam pelayanan, penyelesian perkara. Sedangkan dibidang Perdata dan Tata Usaha Negra (Datun) Dia mendorong agar dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, untuk kesejaterah masyarakat.

"Datun juga mengawal APBD dari kebocoran bekerja sama dengan BPK dan BPKP. Insya Allah saya bisa, dan saya optimis dapat membangun program ZI bersama seluruh pegawai secepatnya agar kami bisa meraih predikat WBK dan WBBM," pungkas Sugih seraya mengatakan bahwa daerah hukumnya adalah Kepulauan.(bh/ams)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Ungkap 1,129 Ton Sabu Jaringan Timur Tengah, Kapolri Apresiasi Jajaran Polda Metro

PPN Pendidikan Tidak Sejiwa dengan Konstitusi Pancasila

Pajak Sembako Merupakan Pengkhianatan Kepada Rakyat

Watua MPR Tidak Setuju Dana Haji untuk Pembangunan Infrastruktur

 

ads2

  Berita Terkini
 
Disebut Tidak Bisa Jawab, Nurul Ghufron: Komnas HAM Perlu Belajar Banyak

Tembus 4.000 Kasus Positif Sehari, Pemprov DKI Ingatkan Warga Tak Sepelekan COVID-19

Praktik Pinjaman Online Tanpa Izin Berhasil Dibongkar, Polisi: 5 Pelaku Diamankan 2 DPO

Imbas Pandemi, Pemerintah Diminta Revisi Perpres Bebas Visa

PPN Sembako, Jasa Pendidikan, Kesehatan, Hingga Pencabutan Subsidi Listrik, Wakil Ketua MPR: Kebijakan Ini Tidak Berpihak Rakyat

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2