Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    

Kejari Segera Rampungkan Dakwaan Malinda Dee
Friday 23 Sep 2011 21:33:30
 

Inong Malinda Dee (Foto: Istimewa)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan tengah berusaha mengejar target menyelesaikan berkas dakwaan perkara dugaan kejahatan perbankan dan pencucian uang dengan tersangka Inong Malinda Dee. Jika telah rampung, berkas perkara mantan Senior Manager Relationship Citibank itu langsung dilimpahkan, agar dapat secapatnya diadili.

"Kami masih menyusun surat dakwaanya. Semoga cepat selesai untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," kata Kajari Jakarta Selatan, Masyhudi melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (23/9).

Sejauh ini, jelas dia, tim jaksa penuntut umum (JPU) yang ditunjuk untuk menangani perkara itu, belum menemukan kendala dalam proses penyusunan dakwaan tersebut. Semuanya berjalan sesuai harapan. "Tidak ada kendala berati. Semuanya lancar dan terus diupayakan, agar penyusunan dakwaan segera selesai," ungkap Masyhudi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Malinda Dee yang segera menyandang status terdakwa ini, diduga melakukan membobol deposito milik sejumlah nasabah Citibank hingga mencapai Rp 30 miliar. Nasabah yang dananya dibobol Malinda antara lain Ali Sadikin, Gaby Bakrie, Nono Sampono dan R Hartono.

Uang yang berasal dari nasabah tersebut dialirkan Malinda kepada adiknya Visca Lovitasari dan adik ipar, Ismail Bin Janim. Dari rekening keduanya, uang tersebut disalurkan kembali ke rekening Malinda, Andhika Gumilang—suami siri Malinda—dan PT Esklusif Jaya Perkasa.

Atas perbuatannya itu, Malinda dijerat dengan dakwaan berlapis atas dugaan melanggar pasal 49 ayat 1 dan 2 UU Nomor 7 Tahun 1992 jo UU No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan jo pasal 6 UU Nomor 15 Tahun 2002 jo UU Nomor 25 Tahun 2003 jo UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Pencucian Uang.(tnc/bie)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2