Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Kejati Kalimantan Barat
Kejati Kalbar Selamatkan Uang Negara Rp 1,535 Milyar, Serta Tangkap 6 Tersangka
2021-02-24 09:31:36
 

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar beserta para Tersangka (Foto: Istimewa)
 
KALIMANTAN BARAT, Berita HUKUM - Tim Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan penahanan terhadap 6 orang tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengajuan Kredit Pengadaan Barang Atau Jasa (KPBJ) di salah satu Bank, Selasa (23/2/2021).

Menurut Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Dr Masyhudi SH MH ke 6 tersangka yang itu masing-masing atas nama berinisial PP, SK, JDP, KD, DWK, dan A. Sedangkan tersangka A, Di tahan Terkait dugaan Korupsi Pengajuan Kredit Pengadaan Barang Atau Jasa (KPBJ) pada salah satu bank di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat.

"Bahwa 6 Tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan cara mengajukan kredit pengadaan barang/jasa (KPBJ) di salah satu Bank di Bengkayang dengan jaminan berupa Surat Perintah Kerja (SPK) yang dipalsukan seolah-olah mendapat pekerjaan berupa pembangunan. Karena nilai kontraknya dibawah Rp 200 juta, maka mekanismenya adalah PL (Penunjukan Langsung), ternyata sesuai yang dicantumkan dalam SPK, dana tersebut merupakan anggaran proyek dari Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (KPDTT). No. 0689/060.01.2.01/29/2018 TA 2018 adalah PALSU," ujar Masyhudi via WhatsApp pada, Selasa (23/2).

Atas perbuatannya tersebut tambah mantan Kejati Yogya ini, Jaksa Penyidik menjerat para sangka dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor, dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp. 200 ratus dan paling banyak Rp. 1.milyar, Jo Pasal 3 UURI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UURI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50 juta dan paling banyak Rp. 1 miliar.

"Akibat perbuatan para Tersangka menimbulkan kerugian Keuangan Negara sebesar Rp 8,238 milyar. Tetapi Penyidik telah berhasil menyita sejumlah Rp 1,535 milyar," imbuhnya.

Lebih lanjut Masyhudi menjelaskan perkara ini merupakan perkara splitshing (berkas terpisah) atas nama Tersangka SR dan MY yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebagai Tersangka.

"Penetapan dan penahanan Tersangka dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan," pungkasnya.(bh/ams)



 
   Berita Terkait > Kejati Kalimantan Barat
 
  Kejati Kalbar Tahan 5 Tersangka Terduga Koruptor di PTPN XIII
  Kejati Kalbar Selamatkan Uang Negara Rp 1,535 Milyar, Serta Tangkap 6 Tersangka
  Kajati Kalbar: Penyidik Kejati Kalbar Tahan 2 Tersangka dan Sita Rp 1,3 Milyar
  Ini Sambutan Kejati Masyhudi, Saat MoU dengan Bank Kalbar
 
ads1

  Berita Utama
Irwan Fecho: Mereka Sadar Kekuasaan di Ujung Tanduk, Sehingga Demokrat Harus Jadi Kambing Hitam

Di HBA, Jaksa Agung Sampaikan 7 Perintah Harian Kepada Seluruh Jaksa

PKS: Meski Kasus Turun, Positivity Rate Indonesia Jauh Dari Standar WHO

Cara Mendapat Obat Gratis Khusus Pasien COVID-19 yang Isoman

 

ads2

  Berita Terkini
 
Anggota Majelis Tinggi Demokrat: Wamendes Jadi Buzzerp, Penyebar Fitnah Karena Prestasinya Buruk

Pemerintah Longgarkan Aturan PPKM, PKL dan Usaha Kecil Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

Benny Rhamdani Protes Keras Soal Perlakuan Oknum Imigrasi Malaysia: Sita Barang Milik PMI Tapi Tak Dikembalikan

Penertiban Aset: Upaya Bersama Antara KPK, Pemerintah Daerah, juga Jurnalis

Irwan Fecho: Mereka Sadar Kekuasaan di Ujung Tanduk, Sehingga Demokrat Harus Jadi Kambing Hitam

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2