Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
BP2MI
Kepala BP2MI Sebut Kolaborasi dengan IOM dan KOICA Wujud Cinta Kasih untuk Menyelamatkan PMI
2021-11-27 06:28:52
 

Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat menerima bantuan berupa perlengkapan kebersihan (hygiene kits) untuk PMI dan CPMI secara simbolis dari IOM dan KOICA.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyebut, kolaborasi dengan International Organization for Migration (IOM) dan International Cooperation Agency (KOICA) adalah wujud cinta kasih dan semangat sinergi untuk menyelamatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI), calon PMI dan keluarganya dari berbagai persoalan yang dihadapi.

Menurut dia, kolaborasi yang dilandasi cinta kasih itu menjadi sumber kekuatan kerjasama untuk melindungi PMI dari Ujung Rambut Hingga Ujung Kaki.

"Semangat sinergi dan kolaborasi sudah dilakukan bahkan terus diperkuat dari tahun ke tahun antara BP2MI dengan IOM dan KOICA," ujar Benny dalam sambutannya seusai menerima bantuan perlengkapan kebersihan (hygiene kits) sebanyak 5 ribu-an paket untuk pekerja migran, di Aula KH. Abdurrahman Wahid pada Kamis (25/11).

"Saya yakin kita tidak hanya dipertemukan dalam kerjasama tersebut karena urusan adanya kesamaan program tapi kita sesungguhnya dipertemukan karena rasa cinta kasih kita untuk menyelamatkan para pekerja migran," cetus Benny.

Lanjut Benny berharap, kerjasama yang telah terjalin terus ditingkatkan. Selain itu, pihaknya mengajak IOM dan KOICA ikut mencegah penempatan ilegal PMI.

"Isu perdagangan manusia yang tidak pernah selesai, BP2MI mengajak semua pihak, IOM dan juga KOICA, jika kita memiliki kemanusiaan, jika kita memiliki cinta kasih maka inilah saatnya sinergi dan kolaborasi untuk mencegah penempatan ilegal harus kita lakukan bersama-sama," lugas Benny.

Benny meyakini, dengan kerjasama dan sinergi yang kuat akan memberikan energi terbaik dalam menjamin nasib para pekerja migran.

"Ini saatnya kita bergandengan tangan untuk menyelamatkan nasib para pekerja migran," tutup Benny.

Untuk diketahui, IOM-KOICA memberikan PMI dan CPMI Perlengkapan Kebersihan (hygiene kits) guna mencegah tranmisi Covid-19.

Pemberian perlengkapan itu dilakukan dalam perjanjian kerjasama (PKS) kedua belah pihak yang ditandatangani oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan Kepala Misi IOM Indonesia, Louis Hoffman, serta turut disaksikan oleh Country Director KOICA, Yungil Jeong, di aula KH. Abdurrahman Wahid, Kamis (25/11).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggap Covid-19 yang dilaksanakan oleh IOM, "Peningkatan Kapasitas di Pintu Masuk Indonesia dan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga" atau dikenal singkatnya sebagai Proram PMPMI, yang didukung oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA) di bawah Program Agenda for Building Resilience against Covid-19 through Development Cooperation (ABC).

Perlengkapan Kebersihan akan didistribusikan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI di tujuh lokasi, yaitu Batam, Tanjung Pinang, Pontianak, Nunukan, Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Perlengkapan kebersihan tersebut terdiri dari masker, sabun, pembersih tangan, pembersih permukaan, pembalut untuk perempuan, masker kain anak-anak, serta perlengkapan kebersihan bayi, dan pamflet informasi tentang pencegahan Covid-19 dan mata pencaharian alternatif bagi PMI.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > BP2MI
 
  Kapolri Tekankan Pentingnya Perlindungan dan Pencegahan Penyelundupan PMI
  TNI AU Tahan Oknum Prajuritnya yang Diduga Terlibat Pengiriman PMI Ilegal
  Oknum TNI dan Aparat Hukum Diduga Terlibat Kasus Pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia
  BP2MI Gelar Migrant Day 2021
  Kapal Angkut PMI Karam, Kepala BP2MI: Ini Tabir Membuka Sindikat Kejahatan Perdagangan Orang
 
ads1

  Berita Utama
Koalisi Masyarakat Kaltim Tolak UU IKN: Cacat Prosedural

Fraksi PKS Tolak Tetapkan RUU Ibu Kota Negara Jadi UU

Muslim Arbi: KPK Harus Berani Usut Dugaan KKN Anak Jokowi seperti Saat Tangkap Besan SBY

Proyek Pembangunan IKN Berpotensi Mangkrak dan 'Overbudget'

 

ads2

  Berita Terkini
 
Koalisi Masyarakat Kaltim Tolak UU IKN: Cacat Prosedural

HNW Kritisi Penghapusan Ditjen Penanganan Fakir Miskin

MA Disebut Tidak Akan Berikan Pendampingan Hukum terhadap Hakim Itong Isnaeni Hidayat

Hadapi Omicron, Anggota DPR Minta Batasi Akses Internasional

KPK OTT Hakim PN Surabaya, Andi Samsan: MA Menghormati Proses yang Dilakukan KPK

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2