JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd secara resmi menutup Acara Forum Informasi Wartawan kerjasama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang sudah dilaksanakan selama 4 hari, dengan tema hari ke empat ini adalah "Rutin Periksa Kesehatan" dengan menghadirkan narasumber Lily S Sulistyowati, MM sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI.
Dalam sambutan pada acara terakhir tersebut, Ketua Umum Kongres Kowani, Dr Ir Giwo Wiyogo mengatakan, "Pada kali ini Kowani berharap media massa melalui pemberitaan yang sudah dilakukan selama empat hari ini dapat merubah pola pikir dan perilaku masyarakat. Dan juga, saya juga berharap para wartawan telah banyak memperoleh ilmu dari bagaimana caranya cara hidup yang sehat, sehingga bisa di apresiasikan kepada diri sendiri dan keluarganya".ujar Giwo, pada acara yang digelar di Hotel JW Marriot, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (7/10).
KOWANI juga mengajak Ibu dan keluarga Indonesia untuk melakukan pencegahan secara dini terhadap penyakit tidak menular. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah melakukan cek kesehatan secara rutin. Keluarga Indonesia harus memahami manfaat cek kesehatan agar terbangun motivasi dalam diri untuk pentingnya melakukan cek kesehatan secara berkala.
Sementara, sebagai Narasumber dari Kemenkes yang dihadirkan Dr. Lily S Sulistyowati, MM sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular mengatakan, "beberapa manfaat cek kesehatan antara lain; cek tekanan darah, merupakan salah satu cara mendeteksi dini resiko hipertensi, stroke dan penyakit jantung. Masyarakat harus diberi pemahaman bahwa, angka hasil pemeriksaan darah normal jika di bawah 140/90. Hasil tes tekanan darah menjadi dasar dan panduan bagi kita untuk mengontrol pola konsumsi," ujarnya.
"Selanjutnya kita harus sering cek lingkar perut. Pada cek jenis ini masyarakat harus memahami bahwa, jika lemak perut berlebihan akan memicu masalah kesehatan yang serius seperti serangan jantung, stroke dan diabetes." jelas Dr. Lily.
Dr. Lily juga mengharapkan, masyarakat Indonesia memahami batas aman lingkar perut untuk pria adalah 90 cm dan lingkar perut wanita adalah 80 cm. Jika hasil tes menunjukkan angka di atas ambang batas, sebaiknya kita melakukan konsultasi dengan ahli gizi, karena dalam obesitas mengancam berbagai penyakit tidak menular.
Beberapa langkah yang harus diperhatikan saat periksa kesehatan adalah: Cek kadar gula darah menunjukkan kadar glukosa dalam darah. Hasil cek ini yang harus masyarakat ketahui adalah untuk mendeteksi masalah diabet. Hasil tes normal jika kadar gula dalam darah kurang dari 100. Lalu cek kolesterol total meliputi tes LDL (kolesterol buruk), HDL (kolesterol baik) dan trigliserida yakni lemak yang dibawa dalam darah berasal dari makanan yang kita konsumsi. Dan terakhir, Tes deteksi dini Kanker leher rahim. Tes jenis ini merupakan cara paling umum untuk melakukan deteksi dini kanker leher rahim dengan melakukan penilaian pemeriksaan berkala. Tes jenis ini dapat berupa tes pap smear dan tes IVA.
Kesuksesan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dapat diukur dari tingkat kesadaran masyarakat dalam melakukan aktifitas fisik setiap hari, konsumsi buah dan sayur serta cek kesehatan secara berkala. Pola konsumsi masyarakat yang cenderung "sekedar kenyang" sehingga berdampak pada komposisi pangan yang tidak seimbang, lebih banyak konsumsi nasi membawa dampak pada penyakit degeneratif.
Dengan kondisi tersebut. KOWANI menghimbau kaum Ibu dan keluarga Indonesia pada umumnya memiliki kesadaran untuk berperilaku hidup sehat, dengan menjalankan 3 (tiga) hal sederhana yakni; Aktifitas fisik setiap hari, Konsumsi buah dan sayur serta Cek kesehatan secara berkala.(bh/yun) |