Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    

Lagi, Ratusan Sopir Angkutan Umum Kena Tilang
Friday 02 Dec 2011 18:59:12
 

Petugas Dishub tengah melakukan penertiban terhadap angkutan umum (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kembali melakukan razia terhadap angkutan umum di lima wilayah Jakarta, Jumat (2/12). Sama seperti sebelumnya, operasi ini dilangsung di sejumlah terminal, antara lain Kampung Rambutan, Kampung Melayu, Muara Angke, Kota dan Pasar Minggu.

Dalam razia yang dilakukan pukul 09.00-11.00 WIB itu, petugas Dishub berhasil menilang 207 sopir angkutan umum. Jumlah itu dengan rincian , di Terminal Kampung Rambutan menilang 70 sopir, Kampung Melayu (24), Muara Angke (45), Kota (36) dan Pasar Minggu (32). “Mereka ditilang, karena tidak melengkapi identitas maupun atributnya," kata Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono kepada wartawan, Jumat (2/12).

Menurut dia, penertiban ini dilakukan sesuai Kepmenhub Nomor 35/2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum. Dengan hasil hari ini, memperlihatkan tingkat kesadaran sopir akan pentingnya kelengakapan itu masih kurang. Sebab, sebelumnya, Dishub juga menilang 203 sopir pada kamis (1/12) kemarin.

Dalam operasi hari ini, lanjut dia, pihaknya telah menerjunkan 250 personel. Sopir yang kedapatan tidak menggunakan seragam, serta tidak dilengkapi dengan Kartu Pengenal Pengemudi (KPP) dan Kartu Pengenal Anggota (KPA). Atas pelanggaran itu, langsung dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) untuk mengikuti sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di pengadilan setempat.

Penertiban, ditegaskan Pristono, akan terus dilakukan oleh Dishub DKI Jakarta. Pada Januari mendatang masih ada pelanggaran, tegas Udar, sanksi yang diberikan akan meningkat mulai dari pembekuan izin operasi selama 16 minggu hingga pencabutan izin operasi. “Ini penting untuk memberi efek jera bagi para sopir tembak sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa angkutan umum,” tandasnya.(bjc/irw)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2