Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Investasi
Lawan Investasi Bodong, Anis Byarwati Dorong Industri Keuangan Tingkatkan Literasi Bagi Publik
2022-06-10 04:23:25
 

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati.(Foto: Istimewa)
 
AKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mendorong industri keuangan untuk lebih berperan aktif dalam meningkatkan literasi bagi publik. Hal ini menanggapi fenomena meningkatnya investor di pasar modal dan maraknya jebakan investasi bodong yang marak beberapa saat lalu.

"Tentunya pertumbuhan minat investasi ini menjadi hal yang positif, namun demikian, stakeholder industri keuangan baik lembaga pemerintah maupun swasta, termasuk di dalamnya ada perbankan, regulator, sekuritas, manajer investasi dan penyedia jasa keuangan lainnya harus terlibat aktif melakukan edukasi pada masyarakat. Karena kita prihatin, belakangan banyak terungkap berbagai penipuan berkedok investasi," tutur Anis dalam keterangan persnya kepada Parlementaria, Kamis (9/6).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengapresiasi maraknya para investor muda dan pemula yang mulai terjun ke pasar modal. Menurut Anis, para investor tersebut perlu diperkuat dengan pengetahuan keuangan yang mumpuni sehingga dapat terhindar dari tindak penipuan yang mengatasnamakan investasi.

"Bagus, anak muda sudah berpikir investasi. Tapi kalau tiba-tiba terjerat investasi bodong, itu yang perlu kita mitigasi. Kalau marak penipuan, tentu tidak kondusif dan muncul ketidakpercayaan bagi publik. Hal ini bukan hanya berimbas buruk pada pasar modal, namun upaya pemerintah mendorong market ekonomi syariah juga terganggu. Karenanya perlu edukasi dan literasi sebagai langkah mitigasi, saran Anis.

Dilansir dari Statistik Pasar Modal pada situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga 27 Mei 2022 pada hari bursa ke 93 tercatat volume transaksi telah mencapai 2.153,73 miliar saham dengan nilai perdagangan di angka Rp1.468,94 triliun. Hingga periode tersebut, rata-rata perdagangan harian sebanyak 24.750,92 juta saham dengan nilai Rp15.841,71 miliar dan frekuensi transaksi 1.462,96 ribu kali. Angka tersebut berada di atas rata-rata harian tahun 2021 yang berkisar 22.544,14 juta saham per hari yang bernilai Rp13.431,27 dari 1.317,47 ribu kali transaksi.(uc/sf/DPR/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Investasi
 
  Lawan Investasi Bodong, Anis Byarwati Dorong Industri Keuangan Tingkatkan Literasi Bagi Publik
  Abdul Hakim Minta Pemerintah Responsif Skandal Jatuhnya Kredibilitas EoDB Bank Dunia
  Penundaan Mega Proyek Investasi Foxconn Tak Beralasan
  Realisasi Investasi di Indonesia Catat Rekor Tertinggi
  Nilai Investasinya 35 Miliar Dollar, Pemerintah Siapkan 25 Proyek Berkala Besar
 
ads1

  Berita Utama
Antisipasi Laporan Bank Dunia, Pemerintah Harus Hati-Hati Tentukan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021

Sinyal Prabowo untuk Siapa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Atau Rizal Ramli?

Penjelasan Polda Metro Soal Curhatan Fahri Calon Siswa Bintara 2021 yang Tidak Lolos

 

ads2

  Berita Terkini
 
Pesawat Susi Air Hilang Kontak di Timika, 7 Penumpang Semuanya Ditemukan Selamat

DPR Terbuka Menampung Kritik dan Saran untuk RKUHP

Pengamat: Tak Elok Puan Rekam Pertemuan Megawati dan Presiden Jokowi

Implementasi UU Pengelolaan Sampah Perlu Diawasi

Hasil Rapimnas, Syaikhu Ungkap Kriteria Capres Pilihan PKS

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2