Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
KUA
M Yasin: KUA Mendapat Biaya Nikah Lebih dari 30 Ribu Bisa Dikenakan Gratifikasi
Wednesday 12 Dec 2012 08:49:45
 

Mantan wakil ketua KPK, M Yasin.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ditemui di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mantan wakil ketua KPK M Yasin, bersama mantan Anggota KPK Haryono Umar, Selasa (11/12) Kuningan Jakarta Selatan, selepas memberikan penjelasan kepada KPK pemaparan tentang hasil survei integritas pelayanan Publik tahun 2012.

M Yasin yang saat ini berkerja di Lingkungan Kementerian Agama menjelaskan, Kementerian Agama nilainya diatas 6, khususnya di pelayanan KUA, namun ini masih jauh dibawah nilai rata-rata Nasional 6,35. KUA saat ini 6,07. Jadi, masih perlu banyak perbaikan dalam hal pelayanan publik.

"Saya mantan KPK, mendorong perbaikan di kementerian Agama dari dalam," ujar M Yasin.

Di tambahkan M Yasin, saat ini pernikahan itu berlangsung 80% pada hari libur, sabtu dan minggu, petugas pencatat pernikahan penghulu, hanya boleh menerima 30 ribu, untuk biaya pencatan pernikahan resmi KUA.

Sesuai pasal 12 UU No 20 tahun 2001, bila ada pemberian melebihi angka ditetapkan bisa terkena pasal gratifikasi. Dengan itu kami berupaya pada 2013, sudah ada ketetapan resmi, adapun tambahan biaya yang dapat diberikan kepada KUA, akan ada aturan dan ketetapan resmi dari Kementerian Agama.

"Sudah saya usulkan kepada Menteri Agama dan akan segera diberlakukan, agar membenahi nilai Kementerian Agama, saat ini yang masih rendah nilai Pelayanan Publiknya," jelas M Yasin.

Sementara Haryono Umar, yang saat ini berkerja di Kementerian Pendidikan mengatakan bahwa, "kementerian Pendidikan mendapat No 3 dalam hal pelayanan publik, ya akan terus di tinggkatkan lebih baik lagi," kata Hayono.(bhc/put)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2